PDIP Heran ke Panitia Formula E, Minta Sponsor ke BUMN kok Kayak Nodong

Venue balapan seri ke-9 Formula E musim 2022, Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC) di kawasan Ancol, Jakarta Utara.
Venue balapan seri ke-9 Formula E musim 2022, Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC) di kawasan Ancol, Jakarta Utara.

POJOKSATU.id, JAKARTA – Politisi PDI Perjuangan Deddy Yevri Sitorus mengaku heran dengan cara pantia Formula E meminta sponsor ke BUMN.

Menurutnya, permintaan sponsor BUMN untuk mendukung balapan Formula E itu malah terkesan memaksa.

Padahal, menjadi sponsor Formula E bukan kewajiban lembaga yang dipimpin Erick Thohir tersebut.

“Ini kok tiba-tiba di Formula E minta BUMN jadi sponsor dengan alasan agar BUMN hadir untuk Indonesia,” kata Deddy dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (3/6/2022).


Deddy mengaskan, ajang balapan Formula E tersebut dari awal bukan merupakan agenda pemerintah pusat, melainkan hasrat Anies Baswedan.

“Sejak awal hajatan Formula E itu murni keinginan Gubernur DKI yang dirancang menggunakan APBD,” tegasnya.

BACA: Geram Dituduh Tak Dukung Formula E, BUMN Blak-blakan Buka Suara, Sahroni Dendam Pribadi?

Ia juga menyesalkan soal pengajuan proposal yang disampaikan panitia Formula E menjelang dilaksanakannya event balapan Formula E.

Menurutnya, jika setiap kepala daerah akan menggelar event besar kemudian memaksa BUMN untuk menjadi sponsor, sama seperti orang menodong.

“Kalau setiap gubernur dan kepala daerah di Indonesia bikin event lalu menjelang kegiatan dilaksanakan minta BUMN jadi sponsor, itu namanya nodong,” ucapnya.

Menurutnya, panitia Formula E semestinya juga paham sudah jauh-jauh hari menggelar pertemuan dengan BUMN membicarakan soal sponsor ke BUMN.

Sebelumnya, Ketua Pelaksana Formula E Ahmad Sahroni menyindir Kementerian BUMN yang tak mau menjadi sponsor ajang balap mobil listrik itu.

“Untuk Indonesia @kementrianbumn jangan salah tafsir. Event Formula E untuk Indonesia. We Love Indonesia,” tulis Sahroni di akun Instagramnya, Kamis (2/6/2022).

BACA: Mengaku Perintah Ketum, Anak Buah Zulhas Borong Tiket Formula E, PAN Bakal Birukan Sirkuit

“Maap nih BUMN tuh kan bagian dari Republik Indonesia kan yah? @kementerianbumn kami ga ngotot Minta tapi ngotot untuk jadi bagian Indonesia,” sambungnya.

Politisi Partai Nasdem itu juga menyebutkan, meski BUMN tidak memberikan sponsor, Formula E tetap membayar listrik ke PLN.

“BUMN tidak memberikan sponsor apapun. PLN untuk Kelistrikan juga Kami bayar Full,” kata Syahroni. (muf/pojoksatu)