Seolah Tepis Renggang, Ternyata Megawati Lapor Presiden Jokowi Tak Bisa Ikut ke Ende NTT

Megawati Soekarnoputri (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA— Megawati Soekarnoputri mengaku melapor ke Presiden Jokowi tak bisa ikut ke Ende NTT menghadiri Hari Lahir Pancasila. Megawati memilih ikut acara bersama forum rektor.

Megawati Soekarnoputri merupakan Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Megawati menjelaskan alasan kenapa dirinya tidak menghadiri acara peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni yang jatuh pada hari ini Rabu (31/5) di Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Presiden Jokowi.

Mega menjelaskan, dirinya lebih memilih untuk menghadiri acara Seminar Nasional Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2022 bertajuk “Membumikan Ide dan Gagasan Soekarno-Hatta” yang diprakarsai oleh Forum Rektor Penguat Karakter Bangsa (FRPKB).


“Saya ngomong sama Presiden saya, ini bingung itu Bapak sudah bilang Hari Lahir Pancasila beliau sekarang di Ende (NTT) saya pamit,” jelas Megawati.

Baca Juga:

Politisi Senior PDIP Marah Ganjar Tak Menghargai Megawati, Sampai Kasus Wadas dan Banjir Rob Diungkap

“Saya pamit kenapa? Karena ini (Seminar bareng forum Rektor) saya anggap penting lho,” katanya.

Megawati menuturkan bahwa dirinya terus ditanya kenapa tidak hadir bersama Presiden Jokowi di Ende.

Menurutnya, ia hanya ingin membagi tugas dengan Kepala Negara untuk membumikan Pancasila. Jokowi ke Ende ia lebih memilih mengisi seminar di hadapan para Rektor.

Terlebih, kata Mega, di Ende hari ini pun ada perwakilan dari pengurus BPIP hadir dalam acara tersebut.

“Padahal saya ditanya di sana kenapa Ibu Mega tidak muncul sebagai Ketua Dewan Pengarah BPIP? Iya, saya bilang karena bagi tugas, di sana ada pengurus BPIP tapi mungkin bosnya tidak ada barangkali,” tuturnya.

“Saya akan bertemu para Rektor yang akan mengintrodusir, karena Rektor lah yang akan memutuskan kurikulumnya harus begini, harus begini, harus angkanya begini begitu,” katanya.

“Tapi tidak dapat ditarik niatnya pada forum ini, ya sudah, habis saya harus ngomong apalagi? Ndak ada,” kata Megawati. (ral/rmol/pojoksatu)