Pencarian Eril Terhalang Hujan dan Badai Hari-hari ke Depan, Sudah Libatkan Klub Pemancing dan Pendayung

Keluarga Ridwan Kamil mendengarkan brifing dari Polisi Maritim Bern Swiss soal pencarian Eril di Sungai Aare (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA— Kondisi cuaca di kota Bern Swiss pada beberapa hari ke depan diprediksi hujan dan badai di pegunungan. Hal ini akan berpengaruh pada pencarian anak Ridwan Kamil Eril di Sungai Aare.

Kondisi hujan dan badai di area pegunungan di Bern Swiss akan sangat mempengaruhi kondisi air di Sungai Aare.

Kepala Kepolisian Maritim Bern Swiss menyampaikan bahwa pencarian Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril, di sungai Aare, kota Bern, masih terfokus pada area di antara dua pintu air, serta patroli intensif pada wilayah setelah pintu air ke-2.

Pada keterangannya saat bertemu Ridwan Kamil orangtua Eril di rumah kapal di wilayah Wohlensee.


Polisi Maritim Bern juga memastikan bahwa berbagai komunitas di sepanjang bantaran sungai Aare telah terinformasikan dengan baik, untuk memperluas keterlibatan unsur masyarakat dalam upaya pencarian, seperti klub pendayung, klub pemancing, dan komunitas berkebun.

Baca Juga:

Fakta-fakta Sungai Aare Hilangnya Eril, Titik Terdalamnya Bikin Ngeri Sampai 200 Meter

Momen Haru Ridwan Kamil Bertemu dengan Warga Bern Swiss Penyelamat Zahra Adik Eril

“Menurut perkiraan, kondisi cuaca di kota Bern pada beberapa hari ke depan diprediksi akan hujan, dengan badai di area pegunungan. Hal ini akan sangat mempengaruhi kondisi air di sungai Aare,” kata siaran pers KBRI Bern seperti dikutip Rabu (1/6).

Polisi Maritim Bern akan melanjutkan pencarian intensif besok hari dengan metode yang sama dengan sebelumnya: patroli darat, perahu, drone.

Keputusan menggunakan penyelam sangat situasional karena kondisi alam yang tidak menentu.

Selain terus memantau secara dekat pencarian oleh Polisi Maritim, Ridwan Kamil beserta istrinya Atalia Praratya, juga terus melakukan usaha mandiri untuk memeriksa langsung beberapa titik-titik potensial di sepanjang bantaran sungai Aare.

“Rute yang ditempuh oleh Ridwan Kamil termasuk rute darat dan beberapa wilayah perairan yang masih aman untuk dijelajahi manusia,” demikian keterangan tertulis KBRI Bern Swiss mengenai pencarian anak Ridwan Kamil Eril ini.(ral/pojoksatu)