Perkembangan Pencarian Eril, Radius Pencarian Diperluas 16 KM dari Titik Hilang Namun Hasilnya Nihil

Perkembangan pencarian Eril masih nihil. Sungai Aare di Swis tempat hilangnya Eril anak Ridwan Kamil (net)

POJOKSATU.id, JAKARTA— Perkembangan pencarian Eril atau Emmeril Kahn (22) yang hilang di Sungai Aare Kota Bern, Swiss, masih nihil. Radius pencarian sudah 16 km dari titik hilang pertama kali.


Namun polisi Wilayah Kota Bern, Swiss, masih kesulitan mencari Putra Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Eril, yang hilang di Sungai Aare.

Hal ini disebabkan air yang keruh dan arus sungai Aare yang kuat.


Emmeril atau Eril, hilang di Sungai Aare ketika ia berenang bersama adik perempuan Camilla Laetitia Azzahra alias Zara, dan teman perempuan Eril pada Kamis (26/5) waktu setempat.

Eril terbawa arus ketika hendak naik ke permukaan.

Penduduk setempat berhasil menyelamatkan teman Eril dan adik Eril.

Namun, arus yang terlampau kuat keburu menarik Eril sebelum ia bisa ditolong.

Saat ini, Eril telah menghilang selama lebih dari 24 jam. Dan kemungkinan selamat saat kecil sekali jika hilang terbawa arus sungai.

Upaya pencarian masih terus dilanjutkan setelah sempat dihentikan karena hari sudah malam.

Hingga Jumat (27/5), Emmeril masih belum ditemukan.

Perkembangan pencarian Eril, petugas terus berusaha mencari Eril hingga Jumat petang waktu Indonesia.

Berdasarkan informasi terbaru, pencarian Emmeril diperluas hingga radius 16 kilometer dari titik hilang di Sungai Aare.

“Kalau informasi terakhir 16 kilometer dari titik hilang,” kata Kepala Bagian Materi dan Komunikasi Pimpinan Pemprov Jabar Akhmad Taufiqurrachman melalui sambungan telepon pada Jumat (27/5).

Sebelumnya, Emmeril terakhir terlihat di area antara Eichholz dan Marzili sebelum hilang terseret arus.

Eichholz merupakan area perkemahan yang terletak hanya beberapa langkah dari tepi Sungai Aare.

Sementara itu, Marzili merupakan area berenang populer yang terletak tepat di bawah Gedung Parlemen Swiss, sekitar 5 km dari Eichholz.

Diberitakan media Swiss 20min, polisi menerima laporan insiden ini pada pukul 09.45 waktu setempat.

Mereka pun langsung terjun ke lapangan dan melakukan upaya pencarian di sekitar area Eichholz dan Marzili, tempat Eril terakhir terlihat.

Juru bicara polisi wilayah Bern mengatakan, upaya pencarian Eril sulit dilakukan karena ia hilang di sungai.

Kondisi area tersebut sama sekali tidak mudah untuk disusuri karena air yang keruh dan kondisi arus yang kuat.

Upaya pencarian pun dilakukan dengan menyisir wilayah sungai dan daratan. Sejumlah pos pengamatan juga telah didirikan di berbagai jembatan di sepanjang sungai demi menemukan keberadaan Eril.

Namun perkembangan pencarian Eril hingga Jumat malam waktu Indonesia, masih belum membuahkan hasil.(ral/pojoksatu)