Keduluan PAN PPP dan Golkar, PKB Mau Bentuk Koalisi Baru Capresnya Cak Imin, Jenderal Ini Juga Masuk Radar

Jenderal Andika Perkasa (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA— Politisi Jazilul Fawaid menegaskan bahwa PKB ingin mendorong Ketum Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebagai Capres 2024 jika poros koalisi baru PKB terbentuk.


Dengan mengantongi 10 persen threshold di parlemen, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memungkinkan bakal membentuk poros koalisi baru untuk menghadapi Pilpres 2024.

Saat ini, PKB masih terus melakukan penjajakan dengan semua partai politik dan figur-figur Capres potensial.


“Biasanya penjajakan di Indonesia sifatnya pada kekeluargaan kultural gitu, tidak straight, ngobrol dulu, ngopi dulu gitu kaya pacaran,” jelas Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid kepada wartawan di Komplek Parlemen Senayan, Rabu (25/5).

“Bukan diskusi serius pasang slide, gimana arah koalisi, gimana arah, nanti ketemu jodoh. Jadi kira-kira begini ada selalu faktor x di dalam pasangan Capres dan Cawapres faktor x,” katanya lagi.

Saat disinggung “ngopi-ngopi” PKB dengan Parpol, Jazilul mengatakan enggan terburu-buru langsung menentukan Capres maupun Cawapres.

“Belum lah, ojok kesusu katanya,” ucap Jazilul.

Jazilul menegaskan bahwa PKB ingin mendorong Ketua Umum Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebagai Capres jika poros koalisi baru terbentuk.

Sebab menurutnya, PKB sudah mengantongi suara 10 persen Presidential Threshold (PT).

“Kita berharap 2024 sudahlah partai-partai ini berikan bukti kepada masyarakat bahwa partai ini bekerja untuk melahirkan kader sebisa mungkin calonnya dari ketua umum partai kan lebih enak lebih fair,” tuturnya.

Meskipun, kata Wakil Ketua MPR RI fraksi PKB ini, figur non Parpol juga masuk radar Capres atau capres PKB.

Jazilul mengamini bahwa figur seperti Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa masuk radar PKB.

“Masuk dong,” tandasnya. (ral/rmol/pojoksatu)