Kasus Tembok Gudang Ambruk Timpa Empat Warga Berakhir Damai, Alasannya

Garis polisi
ilustrasi

POJOKSATU.id, JAKARTA- Kasus tembok gudang setinggi 12 meter di Cengkareng, Jakarta Barat, yang roboh dan menimpa empat orang warga hingga mengalami luka- luka berujung damai.


Alasannya sang pemilik bangunan mengganti kerugian para korban.

Sebanyak lima orang telah dimintai keterangan sebagai saksi.


Mulai dari tukang bangunan dan masyarakat yang tinggal di seputaran gudang. Dari penyelidikan, belum ditemukan unsur kelalaian.

“Belum ada tanda-tanda kelalaian mungkin karena itu bangunan dan tidak pernah dipakai lama jadi sudah rapuh sehingga pada saat mau dibedah bangunan rubuh,” kata Kapolsek Cengkareng Polres Metro Jakarta Barat, Komisaris Polisi Ardhie Demastyo kepada wartawan, Rabu 25 Mei 2022.

Ardhie mengklaim polisi sudah memfasilitasi pertemuan antara pemilik gudang dengan pihak pelapor.

Pemilik bersedia mengganti semua ganti rugi kepada para korban lain. Baik itu, memperbaiki rumah yang rusak hingga uang pengobatan korban selama menjalani perawatan di Rumah Sakit. Sehingga, pelapor memilih mencabut laporannya.

“Rumah korban di bedah lagi seperti normal dan korban juga diberikan santunan. Kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan karena dari pihak keluarga pelapornya ini menginginkan seperti itu berdasarkan kesepakatan,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak empat orang mengalami luka-luka buntut tertimpa tembok gudang setinggi 12 meter di Cengkareng, Jakarta Barat. Hal tersebut diungkap Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Endra Zulpan.

“Benar, telah terjadi bangunan roboh di Cengkareng,” kata Zulpan kepada wartawan, Senin, 23 Mei 2022.

Adapun keempat korban yang dimaksud adalah:

1. Sri Purwaningsih (39);
2. Nurmala Khaira Lubna (2);
3. Shera Silvi Antarini (18);
4. Surani (55). (dhe/pojoksatu)