Luhut Masuk ke Kasus Minyak Goreng, Nusron: Dalam Waktu Dekat Minyak Goreng Kemasan Rp16 Ribu per Liter

Luhut Binsar Pandjaitan dan Presiden Jokowi

POJOKSATU.id, JAKARTA — Politisi Golkar Nusron Wahid berpandangan, pilihan Presiden Jokowi menugaskan Luhut Panjaitan mengatasi masalah minyak goreng merupakan langkah tepat.


Menurut Nusron, dalam waktu dekat, harga minyak goreng akan kembali stabil.

Normalnya, harga minyak goreng curah kembali ke angka Rp 14.000 per liter dan minyak goreng kemasan Rp 16.000 per liter.


Penunjukan Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan itu terungkap saat Koordinator PPKM Jawa-Bali itu hadir di acara Dies natalies ke 60 DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI), Selasa (24/5).

Atas penunjukan Presiden Jokowi itu, anggota Komisi VI DPR Nusron Wahid meyakini Luhut akan berhasil menjalankan tugasnya.

Argumentasi Nusron,selama ini Luhut terbukti berhasil mengerjakan berbagai tugas dari orang nomor satu di Indonesia.

“Hampir semua penugasan yang diberikan Presiden kepada Menko Marves Luhut Panjaitan, done dan delivered,” kata Nusron kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (24/5).

Politisi Golkar itu berpandangan, pilihan Jokowi menugaskan Luhut untuk mengatasi masalah minyak goreng merupakan langkah tepat.

Ia meyakini, dalam waktu dekat, harga minyak goreng akan kembali stabil. Normalnya, harga minyak goreng curah kembali ke angka Rp 14.000 per liter dan minyak goreng kemasan Rp 16.000 per liter.

“Saya yakin Pak Luhut bisa mengatasi itu. Dengan jam terbang, pengalaman dan jejaring yang dimiliki,” kata Nusron.

Dalam pandangan mantan Ketua Umum GP Ansor ini, nantinya Luhut bukan hanya memecahkan masalah soal kelangkaan dan harga yang tinggi. Sebab, dengan kapabilitasnya, Luhut akan mampu mencari jalan keluar yang bersifat win-win solution untuk semua pihak, baik bagi konsumen, petani sawit, dan perusahaan produsen minyak goreng.

Wakil Ketua Umum PBNU ini punya harapan, Luhut bisa segera mengatasi masalah minyak goreng yang kerap merugikan konsumen.

Bahkan, bukan hanya konsumen, petani sawit harus merugi karena imbas penghentian ekspor minyak goreng dan bahan turunannnya.

“Kita berharap banyak kepada Pak Luhut dengan pengalaman dan ketegasannya, akan ada equilibirium baru dalam tata kelola dan niaga sawit dan minyak goreng. Petani sejahtera, pengusaha untung yang wajar dan konsumen tidak diberatkan dengan harga yang tinggi,” kata Wakil Ketua Umum PBNU ini.

Nusron pun mengingatkan, Indonesia adalah negara produsen kelapa sawit terbesar di dunia. Oleh karena itu, tak seharusnya bangsa ini dibuat pusing dengan masalah minyak goreng.

“Saya yakin bisa. Tinggal kita minta waktu ke Pak Luhut. Kalau bisa kurang dari dua pekan sudah stabil,” katanya.

Terkait dengan pihak yang mengkritik penunjukan Luhut, Nusron mengajak publik agar menghormati keputusan Presiden Jokowi.

“Jangan lihat siapa orang yang menjalankannya dan mendapat tugas dari Bapak Presiden. Lihat hasil dan kinerjanya. Itu yang penting, ” kata Nusron Wahid.

Diketahui, Presiden Jokowi kembali memberi tugas baru kepada Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan.

Terbaru, Luhut diberi tugas oleh Presiden Jokowi untuk menyelesaikan masalah langka dan mahalnya minyak goreng.

Padahal sudah banyak jabatan rangkap yang dipegang oleh Luhut Panjaitan.

Menurut hitungan Pojoksatu.id, selama masa pemerintahan Jokowi, Luhut sudah mengemban jabatan di delapan posisi. Teranyar pembenahan minyak goreng ini. (ral/rmol/pojoksatu)