Mempelai Pria Menghilang Saat Hari Pernikahan, Pengantin Wanita di Palembang Merasa Terzalimi

DN (kiri) didampingi orang tua dan Ketua RT melaporkan mempelai pria ke polisi karena menghilang saat hari pernikahan di Palembang. (Dok Sumeks).
DN (kiri) didampingi orang tua dan Ketua RT melaporkan mempelai pria ke polisi karena menghilang saat hari pernikahan di Palembang. (Dok Sumeks).

POJOKSATU.id, PALEMBANG – Hari pernikahan sedianya menjadi momen membahagiakan bagi DN (15), warga Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel).


Tapi di hari pernikahannya, DN justru harus menelan pil pahit dan menanggung malu. Calon suaminya, Aby (17) menghilang dan tak menghadisi .resepsi pernikahan di Palembang.

Meski mempelai pria menghilang, resepsi pernikahan tetap dilaksanakan. Resepsi tidak bisa ditunda atau dibatalkan karena tamu undangan sudah berdatangan, Minggu (22/5).


Tak terima, DN bersama keluarganya akhirnya menempuh jalur hukum. DN didampingi orang tua dan ketua RT setempat datang ke ruang penyidik Subdit 4 Renakta Ditreskrimum Polda Sumatera Selatan (Sumsel), Senin (23/5).

Mereka melakukan konsultasi ke penyidik lantaran tidak menerima perlakuan dari calon mempelai pria yang menghilang di hari pernikahan dan tidak diketahui keberadaannya hingga saat ini.

BACA : Pengantin Pria Tak Hadir Resepsi Pernikahan, Mempelai Wanita Lapor Polisi

Selain itu, orang tua dan seluruh keluarga besar mempelai wanita tak kuasa menahan malu karena tamu undangan yang hadir juga menanyakan perihal keberadaan mempelai pria.

Menurut Didi Budiarso, Ketua RT 31/06, Kelurahan Talang Kelapa, Kecamatan AAL, Palembang, seluruh undangan sudah disebar dan tamu undangan hadir sejak pagi.

“Namun ditunggu hingga pukul 11.00 siang, mempelai pria tak kunjung datang. Termasuk keluarganya,” ujar Didi.

Didi menegaskan, pihak keluarga mempelai wanita yang merasa tersakiti langsung melaporkan mempelai pria ke polisi.

“Karena merasa terzalimi dan meminta keadilan, keluarga mempelai wanita mendatangi Polda Sumsel,” katanya.

Dia mengungkapkan, sebelum hari pernikahan, orang tua mempelai pria sempat mendatangi kediaman orang tua mempelai wanita. Kedatangannya untuk membuat surat pernyataan.

“Mereka datang untuk memberitahukan kalau anaknya (mempelai pria) menghilang. Padahal seluruh persiapan dan termasuk undangan sudah disebar jauh-jauh hari, hanya tinggal akad nikah dan acara resepsi yang digelar di rumah mempelai wanita,” beber Didi, saat ditemui di Mapolda Sumsel, Senin siang.

Sesuai surat pernyataan penundaan pernikahan yang dibuat orang tua mempelai pria, jika pada hari Minggu pukul 11.00 WIB tidak juga datang, maka pihaknya siap menerima sanksi hukum.

“Surat pernyataan itu ditandatangani di atas materai, saya ikut mengetahui dan menyaksikan,” tambahnya.

Resepsi pernikahan tetap digelar dan mempelai wanita tetap naik ke panggung pelaminan bersama kedua orang tuanya pada Minggu (22/5) kemarin.

“Tamu undangan sudah hadir dan mau tidak mau, mempelai wanita naik ke panggung dan acara berjalan seperti biasa tanpa ada mempelai pria,” tutup Didi. (dho/sumeks)