Terungkap Kasatpol PP Makassar Kirim Santet Sebelum Tembak Pegawai Dishub

Mantan Kasatpol PP Makassar Iqbal Asnan serahkan uang kepada oknum polisi SU usai menghabisi menembak Najamuddin Sewang. (Dok Fajar).

POJOKSATU.id, MAKASSAR – Mantan Kasatpol PP Makassar Muhammad Iqbal Asnan kirim santet kepada pegawai Dishub Makassar, Najamuddin Sewang.

Iqbal kirim santet usai memergoki Najamuddin berada di rumah Rachmawaty pada 2019 lalu.

Hal itu terungkap saat Polrestabes Makassar bersama Kejaksaan Negeri Makassar menggelar rekonstruksi pembunuhan Najamuddin Sewang.

Rekonstruksi dilakukan rumah Rachmawaty di Blok H nomor 19 komplek Grand Aroepala, Jl Poros Tamangapa Raya, Kecamatan Manggala, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (19/5).


Iqbal dan ajudannya, Muhammad Asri yang juga jadi tersangka pembunuhan Najamuddin Sewang dihadirkan.

BACA : Ternyata Eks Kasatpol PP Sakit Hati Lihat Adegan Rachmawaty Dan Najamuddin

Dari reka ulang itu terungkap bahwa Iqbal sakit hati usai memergoki Najamuddin Sewang berduaan dengan Rachmawaty pada 2019.

Iqbal cemburu melihat Najamuddin Sewang berkunjung ke rumah Rachmawaty.

Awalnya, Iqbal bersama Rifaldy dan Karto datang ke rumah Racmawaty untuk melakukan penyemprotan disinfektan.

Saat tiba di rumah Rachmawaty, Iqbal melihat Rachmawaty bersama Najamuddin di ruang tamu. Hal itu membuat Iqbal emosi.

Iqbal pun batal melakukan penyemprotan disinfektan di rumah Racmawaty. Iqbal dan anak buahnya memilih pulang.

Iqbal kemudian merencanakan untuk menyantet Najamuddin Sewang.

BACA : Iqbal Peragakan Adegan di Rumah Rachmawaty Saat Rekonstruksi Pembunuhan Pegawai Dishub Makassar

Iqbal kirim santet dengan cara meminta bantuan kepada dukun. Sang dukun menggunakan wadah air dan telur.

Iqbal menyuruh ajudannya Muhammad Asri untuk melempar telur dan air yang dibungkus plastik hitam ke atap rumah korban di Residence Alauddin Blok K, Jalan Sultan Alauddin, Makassar.

Saat rekonstruksi, Asri bersama saksi Sahabuddin berboncengan motor melintasi jalan depan rumah korban.

Sahabuddin membonceng Asri. Asri kemudian melemparkan botol berisi air ke teras rumah korban.

Tak lama, giliran Sahabuddin melemparkan sebutir telur ke rumah korban.

Setelah melemparkan air dan telur ke rumah korban, Asri dan Sahabuddin meninggalkan rumah korban.

Santet yang dikirim Iqbal ini rupanya tak mempan dan gagal menghabisi Najamuddin.

Iqbal kemudian menyusun rencana untuk membunuh Najamuddin dengan cara melakukan penembakan.

Hal itu terungkap dari rekonstruksi yang dilakukan polisi di Balaikota Makassar.

Dari reka ulang diketahui Iqbal memanggil oknum polisi berinisial SU. Keduanya berbincang di ruang kerja Iqbal sebagai Kasatpol PP Makassar.

Kapolres Kota Makassar Kombes Pol Budi Haryanto mengatakan SU dan Iqbal adalah teman sekampung.

“Eksekutor ini satu daerah dengan otak pelaku. Dia ikut merasa sakit hati juga sehingga mau melakukan itu,” ucap Budi, Senin (18/4) lalu.

SU menembak Najamuddin di Jl Danau Tanjung Bunga Makassar, pada 3 April 2022 lalu. Najamuddin meninggal di lokasi kejadian.

Usai melakukan aksinya, Iqbal memberikan uang Rp85 juta kepada SU sebagai sebagai bentuk terima kasih.

Akibat perbuatannya, Iqbal dijerat pasal 55 ayat 1 dan 2 juncto pasal 340 dan pasal 336 KHUP. Kemudian SU dijerat pasal 55, pasal 56 juncto pasal 340 KUHP.

Para tersangka terancam hukuman penjara seumur hidup dan atau hukuman mati dan atau hukuman penjara selama 20 tahun. (one/pojoksatu)