Nyawa Najamuddin Sewang Dihargai Rp200 Juta Oleh Iqbal Asnan, Tapi Masih Ngutang Rp110 Juta

Eks Kasatpol PP Makassar Muhammad Iqbal Asnan dan Rachmawaty Dishub Makassar
Eks Kasatpol PP Makassar Muhammad Iqbal Asnan dan Rachmawaty.

POJOKSATU.id, MAKASSAR – Kasatpol PP Makassar nonaktif M Iqbal Asnan yang tersangka pembunuhan Najamuddin Sewang ternyata menjanjikan bayaran Rp 200 juta kepada anggota Brimob Chaerul Akmal.

Namun Iqbal Asnan baru membayar Chaerul Akmal Rp 90 juta dan masih ada sisa atau ngutang Rp110 juta. Namun sebelum utang ini lunas, M Iqbal Asnan keburu ditangkap polisi.

Anggota Brimob Chaerul Akmal menerima upah Rp 90 juta itu di belakang Asrama Brimob Pabaeng-baeng Kota Makassar.

“Dijanjikan Rp 200 juta tapi baru dibayar Rp 90 juta,” ujar Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Reonald TS Simanjuntak kepada wartawan usai rekonstruksi di Mapolsek Tamalate, Makassar, Jumat (20/5/2022).


AKBP Rheonald mengatakan dari upah Rp 90 juta yang dibayarkan di awal, penyidik hanya menyita barang bukti Rp 85 juta.

Sementara sisanya sebesar Rp5 juta sudah digunakan pelaku Chaerul Akmal.

“Rp 90 juta. Namun yang kami dapatkan sisa Rp 85 juta,” kata Rheonald.

AKBP Rheonald juga mengatakan upah Rp 200 juta yang dijanjikan di luar dari uang Rp 20 juta di awal yang sudah diberikan Iqbal Asnan.

Setoran awal Rp 20 juta yang diberikan Iqbal kepada tersangka anggota Brimob Sulaiman adalah murni uang operasional pembunuhan yang ternyata diketahui dibelikan sepeda motor.

Sementara itu, dalam rekonstruksi yang diperagakan tersangka Chaerul Akmal, tersangka menembak mati korban di pertigaan Jalan Manunggal 22 dan Jalan Danau Tanjung Bunga Makassar.

Selanjutnya Chaerul Akmal bergerak ke Tanggul Patompo untuk membuang jaket dan selongsong peluru.

Tersangka Chaerul Akmal kemudian menuju ke Markas Brimob dan bertemu rekannya anggota Brimob Sulaiman.

Tersangka Chaerul lalu mengembalikan senjata api ke tersangka Sulaiman.

Sebaliknya, Sulaiman menyerahkan uang senilai Rp 90 juta ke Chaerul sebagai upah eksekusi.

Uang itu yang diterima Chaerul dibungkus kantong plastik warna merah.

Tersangka Chaerul Akmal juga sudah memperagakan adegan membuntuti korban Najamuddin Sewang.

Dimana diketahui korban melaju seorang diri di Jalan Danau Tanjung Bunga, Kota Makassar.

Sementara Chaerul Akmal membuntuti dengan menyamar sebagai pengemudi ojek online (ojol).

Saat memasuki pertigaan Jalan Manunggal 22 dan Jalan Danau Tanjung Bunga, Makassar, Chaerul mengeksekusi korban.

Sambil berkendara, Caherul Akmal mengangkat pistolnya dan menembak korban dari jarak 3 meter.

Akibatnya Najamuddin terjatuh dan tewas meski sempat dievakuasi oleh saksi bernama Nasir.

Sementara Chaerul melaju hingga sejauh 8 meter dan sempat mencoba mengintip melalui kaca spion untuk memastikan kondisi korban apakah bergerak atau sudah mati. (ral/pojoksatu)