Jokowi Cabut Larangan Ekspor Minyak Goreng, Anak Buah Prabowo Langsung Beraksi Begini

Anggota Komisi IV DPR RI, Azikin Solthan

POJOKSATU.id, JAKARTA – Anggota Komisi IV DPR RI, Azikin Solthan menyambut baik keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang kembali membuka ekspor produk minyak sawit, termasuk minyak goreng dan CPO.

Ia berharap dengan dibukanya ekspor minyak goreng tersebut dapat mengembalikan harga eceran minyak goreng sebagaimana harapan masyarakat.

“Kita berharap kebijakan ini kembali membuat harga minyak goreng normal dan tidak terpengaruh adanya ekspor,” kata Azikin, Jumat (20/5/2022).

Politisi Partai Gerindra itu berharap, hal tersebut dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat Indonesia.


Apalagi, Indonesia sebagai negara kedua penghasil minyak sawit didunia hendaknya dapat memberikan kemudahaan.

“Meminimalisir harga minyak goreng supaya tidak lagi meroket bahkan hilang dari peredaran karena sibuk melakukan ekspor,” pungkas Azikin.

BACA: Ekspor Minyak Goreng Dibuka Lagi, Airlangga: Pengawasan Ketat dan Terintegrasi Diberlakukan

Sebelumnya, Presiden Jokowi secara resmi melarang ekspor minyak goreng dan bahan baku turunannya, termasuk CPO pada Kamis 28 April 2022.

Kebijakan yang hanya berlaku kurang lebih 3 pekan tersebut merupakan revisi dari pernyataan pemerintah sebelumnya yang masih membolehkan ekspor CPO.

Kemudian, Jokowi kembali memutuskan membuka larang ekspor minyak goreng tersebut mulai Senin (23/5).

Keputusan ini diambil dengan beberapa pertimbangan. Pertama pasokan minyak goreng di tanah air yang sudah kembali melimpah.

Jokowi mengatakan setelah larangan ekspor diberlakukan pasokan minyak goreng yang ada Maret hanya 64,5 ribu ton per bulan naik jadi 211 ribu ton per bulan.

“Itu sudah melebihi kebutuhan nasional,” katanya Kamis (19/5).

Kedua, penurunan harga minyak goreng curah.

Jokowi mengatakan setelah larangan ekspor CPO diberlakukan harga minyak goreng curah yang rata-rata nasionalnya sempat tembus Rp19.800 per liter berhasil diturunkan jadi Rp17.200-Rp17.600.

Sedangkan pertimbangan ketiga adalah adalah soal banyaknya orang yang bekerja di sawit.

“Pertimbangan 17 juta orang di industri sawit baik petani dan pekerja maka saya putuskan ekspor minyak oreng dibuka kembali Senin 23 Mei 2022,” katanya. (muf/pojoksatu)