Istri Najamuddin Sewang Ngaku Video Call dengan Suaminya Saat Keluar Bareng Rachmawaty

Eks Kasatpol PP Makassar Muhammad Iqbal Asnan dan Rachmawaty Dishub Makassar
Eks Kasatpol PP Makassar Muhammad Iqbal Asnan dan Rachmawaty.

POJOKSATU.id, MAKASSAR – Istri Najamuddin Sewang, Rovida Setya Ichsani, mengaku pernah video call dengan suaminya di saat suaminya barengan pergi dengan Rachmawaty.

Istri Najamuddin Sewang ini sama sekali tidak percaya suaminya berselingkuh dan terlibat cinta segitiga.

Dia mengaku tahu bahwa mendiang suaminya itu punya hubungan dengan janda cantik Rachmawati.

Namun, Rovida yakin bahwa itu sebatas hubungan biasa, layaknya pertemanan rekan kerja sekantor.


Terlebih, Najamuddin merupakan sosok yang supel dan gampang bergaul.

“Iya saya tahu. Suaminya saya memang dekat dengan semua orang di kantornya, termasuk perempuan, kan tidak mungkin saya larang dia berteman dengan orang lain,” kata Rovida, Kamis (19/5).

Rovida mengatakan suaminya selalu memberi kabar di mana pun sedang bepergian.

Termasuk saat sedang pergi bersama Rachamawati. Saat sedang pergi bersama si janda cantik itu, Najamuddin menghubungi istrinya lewat video call.

“Selama ini saya tahu di mana dia (Najamuddin) berada. Termasuk saat pergi dengan Rachmawati. Saat itu suami saya video call,” kata Rovida.

Rovida menegaskan bahwa dirinya tidak percaya Najamuddin Sewang menjalin cinta segitiga.

“Saya tidak percaya dan tidak mungkin suami saya melakukan hal itu,” tegasnya.

Diketahui, penembakan terhadap Najamuddin Sewang terjadi sekitar pukul 10.00 WITA di Jalan Danau Tanjung Bunga, Minggu (3/4).

Saat itu Najamuddin baru saja selesai bertugas mengatur lalu lintas di Jalan Metro Tanjung Bunga.

Cinta terlarang melibatkan tiga orang, yakni Najamuddin Sewang, Iqbal Asnan, dan Rachmawati.

Iqbal Asnan bertindak sebagai otak dari pembunuhan dibantu empat orang lainnya sebagai perencana dan eksekutor.

Dalam perkara itu, polisi telah menetapkan lima orang tersangka yang masing-masing berinisial IA (Kasatpol PP Makassar), SU, CA, AS, dan SL.

Sementara itu M Iqbal Asnan yang merupakan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol) Kota Makassar merupakan otak pembunuhan tersebut.

Dia sudah dicopot dari jabatannya. Iqbal Asnan tega menghabisi nyawa korban dengan melibatkan empat tersangka lainnya karena terbakar api cemburu. (ral/jpnn/pojoksatu)