Ekspor Minyak Goreng Dibuka Lagi, Airlangga: Pengawasan Ketat dan Terintegrasi Diberlakukan

Menteri Bidang Perekonomian Airlanga Hartarto memberikan keterangan pers terkait ekspor minyak goreng dibuka lagi

POJOKSATU.id, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan alasan pemerintah membuka kembali ekspor minyak goreng dan bahan bakunya.

Alasannya, karena kebutuhan pasokan minyak goreng di dalam negeri sudah mulai stabil.

“Berdasarkan pasokan yang sudah mulai terpenuhi dan terjadinya penurunan tren harga. Serta mempertahan harga TBS petani rakyat untuk. Maka peresiden mencabut larangan ekspor berlaku Senin depan,” kata Airlangga Hartarto, Jumat (20/5/2022).

Pencabutan larangan ekspor minyak goreng ini, kata Airlangga, akan diikuti pemantauan melalui aplikasi digital yang ada di Kementerian Perindustrian.


Itu untuk memastikan ketersendian minyak goreng curah dan bahan bakunya di dalam negeri.

“Kebijakan itu akan diikuti untuk menjamin ketersediaan bahan baku migor di dalam negeri dengan penerapan aturan yang mengacu ke aturan BPKP,” ujarnya.

Tak hanya itu, kata Airlangga, pencabutan larangan ekspor ini akan dikawal secara ketat oleh institusi terkait.

Salah satunya akan dilakukan pengawan ketat dan terintegrasi oleh Bea Cukai, Satgas Pangan Porli, lementerian dan lembaga pemerintah daerah.

“Dan juga pengawasan akan melibatkan Kejaksaan Agung. Pemerintah secara tegas akan menindak setiap penyimpangan baik distribusi maupun ekspor,” tegasnya.

“Untuk pencabutaan larangan ekspor ini diatur kementerian perdagang dan keuangan dan juga dikordinasikan secara teknis. Agar pemasokan di dalam negeri dapat terus tersedia terutama di pasar tradisional,” tegas Airlangga.

Sebelumnya Presiden Jokowi secara resmi melarang ekspor minyak goreng dan bahan baku turunannya, termasuk CPO pada Kamis 28 April 2022.

Kebijakan yang hanya berlaku kurang lebih 3 pekan tersebut merupakan revisi dari pernyataan pemerintah sebelumnya yang masih membolehkan ekspor CPO.

Presiden Jokowi mengumumkan pembukaan kembali larangan ekspor produk minyak sawit termasuk minyak goreng dan CPO. Pembukaan ekspor ini per Senin 23 Mei 2022.

“Berdasarkan kondisi pasokan dan harga minyak goreng saat ini, serta mempertimbangkan adanya 17 juta orang tenaga di industri sawit petani dan pekerja dan tenaga pendukung lainnya maka saya memutuskan ekspor minyak goreng akan dibuka kembali pada Senin 23 Mei 2022 ,” kata Jokowi, Kamis (19/5/2022). (fir/pojoksatu)