Hasil Survei, Generasi Digital Natives tak Suka Pendukung Anies dan Ganjar, soalnya Perang Terus di Medsos

Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan, calon Presiden 2024

POJOKSATU.id, JAKARTA – Ada fakta menarik dari hasil survei Lembaga Survei Jakarta (LSJ) terkait sikap generasi natives terhadap pendukung Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo.

Generasi digital natives ternyata tak menyukai pendukung Anies dan Ganjar karena terlalu aktif dan ‘perang’ di media sosial.

Fakta itu disampaikan Peneliti Senior LSJ Fetra Ardianto dalam rilis hasil survei, Kamis (19/5/2022).

“Pendukung Ganjar dan Anies yang sangat provokatif dan kontradiktif di medsos justru dikhawatirkan oleh generasi digital natives membuat negeri ini akan terus terjebak dalam polarisasi yang tidak produktif,” ungkapnya.


Perilaku pendukung Anies dan Ganjar itu pula yang membuat generasi digital natives lebih memilih Prabowo Subianto sebagai presiden 2024 ketimbang Anies atau Ganjar.

BACA: Survei Terbaru, Prabowo Menang Dipilih Generasi Digital Natives karena tak Ambisius, Anies Bagaimana?

Alasannya, lantaran Prabowo dinilai tidak ambisius untuk menjadi presiden dan tidak terlalu aktif di media sosial.

Berbeda dengan Anies dan Ganjar Pranowo yang sama-sama sangat aktif di media sosial.

Fetra menyebut, generasi digital natives ini malah menilai Anies dan Ganjar sangat berambisi jadi presiden.

Pertimbangan lain generasi digital natives adalah langkah Prabowo yang melakukan safari lebaran lalu.

Saat itu, Prabowo menemui sejumla tokoh nasional dan ulama yang mendapat apresiasi positif dari generasi digital natives.

Dalam dua pekan terarkhir, sentimen negatif terhadap Prabowo juga sangat rendah, yakni lima persen.

BACA: Maaf Ya, Peluang Ganjar Pranowo dan Ridwan Kamil untuk Capres di Pilpres 2024 Sudah Pupus, Alasannya

Sedangkan sentimen positif cukup tinggi mencapai 37,1 persen.

Hal itu didasarkan pada analisis media monitoring yang dilakukan oleh LSJ.

Artinya, kata Fetra, apa yang dilakukan Prabowo dalam dua minggu terakhir dengan melakukan safari Idul Fitri diapresiasi positif oleh warganet dan generasi digital natives.

“Sebaliknya pada saat yang sama, sentimen negatif terhadap Ganjar dan Anies cukup tinggi, yakni 18 persen dan 35,8 persen,” ujarnya. (ruh/int/pojoksatu)