Sidang Habib Bahar, Saksi Bantah Beri Keterangan Soal Pembantaian Laskar FPI Hingga Dicopot Kukunya Saat di BAP

Habib bahar saat di ruang sidang

POJOKSATU.id, BANDUNG-  Sidang lanjutan kasus Habib Bahar di pengadilan negeri Bandung dengan agenda pemeriksaan saksi berlangsung di ruang sidang 1 Pengadilan Negeri Bandung.

Dalam sidang hari ini, sejumlah saksi memberatkan dihadirkan dalam sidang tersebut.

Dalam sidang tersebut, Kuasa Hukum Bahar sempat mengkonfirmasi mengenai Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang dilakukan oleh polisi di Polsek Margaasih pada saksi yang dihadirkan.

Saksi Dedi mengaku datang ke ceramah Bahar yang digelar di Kabupaten Bandung. Namun, dia mengaku tak mendengarkan secara jelas isi ceramah yang disampaikan Bahar karena sambil berdagang.


Akan tetapi, menurut Dedi, intinya Bahar menyampaikan ceramah untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah.

“Menurut bapak isi ceramahnya itu, apa yang ditanya polisi?” tanya Kuasa Hukum Bahar, Aziz Yanuar.

“Saya jawab yang pertanyaan yang tadi meningkatkan keimanan dan ketakwaan dan Habib Bahar menerangkan harus mencintai Gusti Rasul dan Habaib,” jawab Dedi.

Aziz lalu bertanya kepada Dedi soal ada atau tidaknya penyampaian dari Dedi ketika di-BAP polisi mengenai enam laskar FPI yang dibantai hingga dicopot kukunya.

Dedi pun mengatakan, bahwa dirinya tak pernah memberi keterangan tersebut kepada kepolisian ketika menjalani BAP.

Dedi juga membantah dirinya memberi keterangan di BAP yang menyinggung Habib Rizieq Shihab.

“Pendapat saya terkait enam pengawal beliau, enam laskar beliau dibunuh, dibantai, disiksa, dicopot kukunya, dibantai, dikuliti, kemaluanya dibakar, mereka dibikin seperti binatang itu adalah informasi yang berlebihan dan banyak media yang memberitakan berita hoaks karena pandangan saya aparatur negara tidak akan melakukan hal yang sedemikian dan menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia, ada ucapan seperti itu?” tanya Aziz mengulang pernyataan di BAP.

“Enggak,” jawab Dedi.

Hal senada dikatakan oleh saksi lainnya yang dihadirkan yakni Agus. Menurut dia, ada sejumlah keterangan di BAP yang tidak sesuai. Ketika di-BAP, dia menegaskan tak pernah bicara Maulid Nabi Muhammad dan kematian enam Laskar FPI.

“Pernah gak bicara soal Maulid Nabi dan sebagainya?” tanya Aziz.

“Saya enggak,” jawab Agus.

“Soal laskar?” tanya lagi Aziz.

“Enggak. Cuman polisi saja yang bilang gitu,” jawab Agus.

“Yang benar di sini atau di Polsek keterangannya?” ucap Aziz.

“Di sini (saat sidang)” ungkap Agus.

Sementara itu, usai persidangan, Kuasa Hukum Bahar, Ichwan Tuankotta mengatakan ada sekitar empat poin keterangan saksi yang berbeda dengan BAP seperti soal kematian enam Laskar FPI hingga provokasi dalam ceramah Bahar.

“Banyak, hampir empat poin yang beda di antaranya, berkaitan dengan ceramah Habib yang menyampaikan cabut kuku, membakar kelamin dan pembataian itu dia tidak pernah menyampaikan. Bahwa ada provokasi tidak bicara seperti itu,” pungkas Ichwan. (rif/pojoksatu)