PKS Tak Setuju Anggaran Pemilu 2024 Rp75 Triliun, Pengenya di Bawah Rp50 Triliun, Ini Argumentasinya

Mardani Ali Sera

POJOKSATU.id, JAKARTA— Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tampak tak setuju terkait anggaran Pemilu 2024 yang mencapai Rp76 triliun. PKS menginginkan anggaran Pemilu diturunkan di bawah Rp50 triliun.


Pasalnya, jika Rp76 triliun tersebut sangat membebankan APBN negara di tengah kondisi ekonomi yang belum menentu.

Demikian disampaikan Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PKS Mardani Ali Sera kepada wartawan, Senin (16/5/2022).


“Kami sih inginnya kalau bisa di bawah 50 triliun karena kondisi keuangan negara masih berat,” ujarnya.

Menurut Mardani, jika dana Pemilu 2024 di bawah Rp 50 triliun, maka pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus sharing anggaran.

Seperti, mengeluarkan anggaran untuk protokol kesehatan, kebutuhan gudang untuk kotak suara.

Sementara KPU fokus pada penyelenggaraan elektoral pemilu.

“Tapi untuk protokol kesehatan dan lain-lain itu diserahkan ke pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk menyiapkan,” ucapnya.

Perdebatan soal anggaran ini, tambah Mardani, masih terus berlanjut dan belum mencapai kesepakata.

Sehingga nanti akan dijadwalkan untuk rapat lanjutan di parlemen.

“Belum. Semuanya masih simulasi tapi tadinya ada tiga empat opsi sekarang ke satu opsi rata-rata plus satu yang mungkin harus kita putuskan pada saat RDP nanti,” tutur kader partai yang dipimpin Ahmad Syaikhu itu.

Sebelumnya, Komisi II DPR, pemerintah, dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyepakati anggaran Pemilu 2024 sebesar Rp76 triliun.

Kesepakatan itu dibuat dalam rapat konsinyering. Rapat itu dilakukan sejak Jumat (13/5).

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi II DPR dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP), Junimart Girsang, saat dihubungi, Minggu (15/5/2022).

“Disepakati sesuai usulan anggaran dari KPU sesuai tahapan total Rp 76.656.312.294.000,” ujarnya.

Junimart mengatakan anggaran pemilu 2024 dicairkan secara bertahap.

Politisi PDI-Perjuangan itu memerinci anggaran itu digelontorkan sebanyak Rp 8 triliun pada tahun ini.

Adapun pada 2023, anggaran dikucurkan sebesar Rp 23 triliun, sementara pada 2024 sebesar Rp 44 triliun.

“Tahun 2022 sebesar Rp 8.061.085.734.000, 2023 sebesar Rp 23.857.317.226.000, 2024 sebesar Rp 44.737.909.334.000,” lanjut Junimart. (muf/pojoksatu)