Politisi PDIP Tanggapi Koalisi Bentukan Golkar dan PPP serta PAN Menuju Pilpres 2024, ‘Masih Sangat Normatif’

POJOKSATU.id, JAKARTA— Politisi PDIP Masinton Pasaribu menanggapi rencana koalisi bentukan Partai Golkar, PPP, dan PAN. Menurutnya poros koalisi bersatu ini masih sangat normatif.


Poros Koalisi Bersatu yang diisi oleh Partai Golkar, PPP, dan PAN, akhirnya mendapat tanggapan dari elite PDI Perjuangan.

Politisi PDIP Masinton Pasaribu menyampaikan apresiasinya terhadap ketiga parpol tersebut yang akhirnya bersepakat membuat satu poros koalisi untuk Pilpres 2024.


“Bagus dong. Seperti disampaikan Mas Eddy (Sekjen PAN Eddy Soeparno), bagaimana membangun suatu tradisi atau budaya politik dengan gagasan baru,” ujar Masinton dalam diskusi virtual Polemik bertajuk “Kasak Kasuk Koalisi Partai dan Capres 2024”, Sabtu (14/5).

Masinton juga menanggapi soal semangat yang diangkat ketiga partai dalam pembentukan koalisi ini, yakni menaciptakan kontestasi Pilpres 2024 yang tak menimbulkan perpecahan di antara masyarakat.

“Yang disampaikan (dalam gagasan koalisi ini) hal yang sangat ideal,” imbuhnya.

Namun, apa yang disampaikan oleh elite-elite parpol yang bekerjasama ini masih belum cukup detail.

“Masih sangat normatif lah. Karena kan pertemuannya baru awal,” kata Masinton Pasaribu yang juga anggota DPR RI ini.

Seperti diketahui, gagasan-gagasan baru bakal diajukan gerbong Koalisi Bersatu kepada publik.

Bahkan, PAN bakal segera membentuk tim kerja untuk segera menyusun pokok-pokok pikiran hasil kesepakatan bersama elite Partai Golkar dan PPP.

“Sesuai dengan apa yang disampaikan, kesepakatannya adalah membentuk sebuah koalisi kerja sama yang diberikan nama koalisi bertiga bersatu. Di mana koalisi tersebut ingin membangun budaya politik baru,” ujar Sekretaris Jendral PAN Eddy Soeparno dalam diskusi virtual Polemik pada Sabtu (14/5).

Kerja sama politik yang akan dibangun ketiga parpol, dijelaskan Eddy, sengaja dilakukan jauh-jauh hari sebelum dimulainya perhelatan akbar yang akan dihadapi pada 2024 mendatang.

Pasalnya, gerbong koalisi ini menginginkan perubahan konstalasi politik yang belakangan muncul akibat dari Pilpres 2019, di mana terjadi keterbelahan atau polarisasi di masyarakat.

Maka dari itu, Eddy memastikan gerbong koalisi yang dibangun ketiga parpol memiliki sebuah gagasan-gagasan, ide-ide, dan konsep-konsep yang akan menimbulkan dampak perpecahan, serta dipastikan tetap mengawal keberlanjutan pembangunan yang sudah dilakukan pemerintahan saat ini.

“Misalnya, soal ekonomi kami sudah menyiapkan konsep ekonomi bagaimana nanti menanggulangi harga BBM yang tinggi, harga minyak goreng, permasalahan yang mencakup impor, dan juga termasuk kesehatan,” katanya.(ral/rmol/pojoksatu)