Polda Jabar Angkat Bicara Terkait Laporan Ancaman Keluarga Janda yang Lehernya Digorok Pacarnya, Intinya Gini

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Ibrahim Tompo

POJOKSATU.id, BANDUNG –  Polda Jawa Barat angkat bicara terkait kasus seorang janda digorok di Bandung Barat.


Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Ibrahim Tompo menjelaskan perihal keluarga korban melapor ke Polisi, karena ada ancaman dari pelaku beberapa sebelum korban dibunuh.

Kabid Humas Polda Jabar menjelaskan, bahwa pihak keluarga memang melapor ke polisi melalui bhabinkabtimas Aipda Dedeb Supriadi.


“Berawal saat melaksankan pam di pos pam Padalarang sekitar jam 20,00 WIB saya di hubungi oleh Imam selaku Rw 13 Desa Jayamekar, telah terjadi pengancaman dan penggedoran yang terjadi di Rt 04 Rw 14 Desa Jayamekar”, jelas Tompo.

Selanjutnya Agus Sopandi menyampaikan telah terjadi pengancaman dan penggedoran memastikan apakah terjadi pengrusakan, lalu melaporkan kejadian itu Polsek Padalarang.

Kemudian pihak keluarga mendatangi SPKT Polsek Padalarang, kemudian laporan diterima Aiptu Iwan.

Pihak SPKT menerima pengaduan dari Pak Mimin secara lisan tentang permasalahan hubungan asmara anaknya yang bernama wiwin (korban) dengan Sodara Mulyadi (pelaku) yang tidak di restui oleh orang tuanya karena sodara Mulyadi ringan tangan.

Pihak Polsek Padalarang, menyatakan karena pemasalahan ini berkaitan dengan permasalahan keluarga.

“Setelah di sepakati untuk mediasi akhirnya pengaduan ini diteruskan ke Bhabinkamtibmas dan diterima oleh Aipda Deden, untuk dilaksakan mediasi atas permasalahan tersebut,” jelasnya.

Kabid Humas menegaskan, bahwa laporan dari keluarga ditindaklanjuti, namun disarankan untuk mediasi karena ini merupakan masalah keluarga.

“Jadi laporan yang diajukan keluarga korban diterima, namun melihat permasalahan maka disarankan mediasi,” pungkasnya.

Sebelumnya pihak keluarga Wiwin Sunengsih, melalui ayahnya Mimin mengaku heran laporannya ke Polsek Padalarang tidak ditanggapi, perihal dugaan ancaman pembunuhan oleh Mulyadi terhadap Wiwin lima hari sebelum Wiwin dibunuh Mulyadi. (rif/pojoksatu)