Nasdem DKI Puja-puji Anies Baswedan, Kehadiran JIS dan Formula E Bentuk Keberpihakan ke Warga

Anies Baswedan (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA— Fraksi Nasdem DKI Jakarta memuja Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan soal keberadaan Jakarta International Stadium (JIS) dan sirkuit Formula E di Jakarta Utara.

Kehadiran JIS dan sirkuit Formula E di Jakarta Utara merupakan bentuk kehadiran pemerintah ke warganya.

Dan ini bukan hanya untuk mendongkrak perekonomian saja, namun bisa membangun peradaban di DKI Jakarta.

Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino mengatakan, kehadiran JIS dan sirkuit Formula E di Ancol merupakan salah satu keberpihakan pemerintah dalam membangun peradaban untuk warganya.


Dia menyadari, selama ini terjadi ketimpangan penataan infrastruktur antara wilayah Jakarta Utara dengan lainnya, terutama di Jakarta Selatan.

“Pemberdayaan masyarakat akan terbangun di situ, apalagi masyarakat Jakarta Utara yang selama ini agak tertinggal dibandingkan Jakarta Selatan,” kata Wibi dikutip Kantor Berita RMOLJakarta, Senin (9/5).

“Ketika hari ini ada pembangunan itu diarahkan ke Jakarta Utara, seperti halnya venue Formula E dan JIS, itu adalah bentuk keberpihakan pemerintah untuk masyarakat,” imbuhnya.

Wibi berpandangan, aspek pemberdayaan untuk masyarakat juga salah satu variabel penting.

Apalagi dia memandang, pemerintah tidak harus selalu berorientasi pada keuntungan ekonomi untuk kas daerah, tapi berpikir untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang ada.

“Jadi, yang lebih penting adalah aspek pemberdayaan dibanding aspek bisnis, karena pemerintah bukan perusahaan, tapi pemerintah membangun peradaban,” katanya.

Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta ini mencontohkan, seperti kehadiran JIS yang diharapkan bisa menumbuhkan bibit unggul dalam dunia sepak bola.

Kehadiran JIS sebagai homebase Persija Jakarta juga diyakini bisa membawa semangat kemenangan bagi klub tersebut karena stadion itu dibangun berstandar internasional.

“Harapan besar kami adalah pembangunan JIS dengan angka sekitar Rp 5 triliun itu bisa efektif, efisien dan terjaga agar ke depan setelah selesai pemerintahan Bapak Anies selesai, sehingga tetap berjalan sebagaimana mimpi dan cita-cita pada saat dibangunnya JIS,” kata Wibi.

Lanjutnya, pembangunan JIS merupakan cita-cita kepala daerah terdahulu.

Pada era Gubernur Sutiyoso, pemerintah daerah memang berkeinginan membangun dan mengelola stadion bertaraf internasional secara mandiri.

“Kita sama-sama pahami pembangunan JIS itu adalah sudah melewati lima gubernur, dan Pak Anies berhasil menyelesaikan proyek yang belum selesai oleh kepala daerah sebelumnya,” tuturnya

Dalam kesempatan itu, Wibi juga meminta kepada pemerintah daerah agar mampu mengolah JIS sehingga bisa menghasilkan sesuatu hal yang mampu membanggakan bagi warga Jakarta.

Karena itu, pembangunan JIS diharapkan tidak sekadar bangunannya yang besar saja, tapi ada prestasi besar dari tempat olahraga termegah di Asia Tenggara tersebut.

“Ke depan kami juga akan menggunakan fungsi pengawasan di DPRD, agar dinas terkait dan Jakpro sebagai pengelola untuk bisa melakukan perawatan yang baik,” kata Wibi. (ral/rmol/pojoksatu)