Pantes, Ternyata Begini Cerita di Balik Video Viral Polisi Buka Paksa Penutupan Jalan saat Malam Lebaran yang Viral

Seorang perwira polisi membuka paksa penutupan jalan. Videonya viral di media sosial, Minggu (1/5).
Seorang perwira polisi membuka paksa penutupan jalan. Videonya viral di media sosial, Minggu (1/5).

POJOKSATU.id, HALMAHERA TENGAH – Ternyata ada cerita di balik video polisi buka paksa penutupan jalan yang viral beberapa hari lalu.


Peristiwa itu ternyata terjadi di Halmahera Tengah, Maluku Utara.

Dalam video itu, seorang perwira polisi tegas buka paksa penutupan jalan yang dilakukan oleh warga.


POolisi itu juga membuka blokade jalan dan pemasangan spanduk yang dilakukan warga setempat.

Sementara sosok perwira polisi yang buka paksa penutupan jalan itu tidak lain adalah Kabag Ops Polres Halmahera Tengah, AKP Husain Alkatiri.

BACA: Sikap Tegas Perwira Polisi Buka Paksa Penutup Jalan, Mau Lebaran di Rumah atau di Penjara?

Sedangkan peristiwa itu terjadi di Jalan Perempatan Kilo 3 Desa Fidijaya, pada Minggu (1/5) malam atau bertepatan dengan malam Lebaran 2022.

Arau di Jalan Trans Weda Halmahera Tengah tujuan perusahaan tambang PT IWIP.

Video viral itu dibenarkan Kabid Humas Polda Maluku Utara, Kombes Michael Irwan Thamsil sebagaimana dikutip dari Antara.

“Penutupan jalan ini tentunya mengganggu arus lalu lintas dan banyak pekerja dan pengguna transportasi darat akan pergi bekerja menuju Lelilef,” ungkapnya.

Pemblokadean jalan itu kemudian mengakibatkan kemacetan lalu lintas di lokasi kejadian

BACA: Geber-geber Motor di Depan Masjid, Aksi Pemuda Ini Bikin Emosi Jemaah Salat Idul Fitri

“Sehingga Kabag Ops Polres Halteng mengambil tindakan untuk membuka blokade jalan,” terangnya.

Disebutkan, aksi penutupan jalan itu dilakukan pemuda setempat untuk mencari perhatian pemerintah daerah dan PT IWIP agar perusahaan itu merekrut warga lokal sebagai pegawai.

Saat itu, Polres Halmahera Tengah juga langsung melakukan negosiasi. Akhirnya 20an pemuda itu akhirnya membubarkan diri.

Karena itu, lanjut Michael, Kapolda Malut memberikan apresiasi kepada Polres Halmahera Tengah yang bergerak cepat dan tegas menyelesaikan permasalahan.

“Ini menjadi contoh bagi polres jajaran Polda Malut lainnya dalam bertindak. Jika tidak, akan mengganggu stabilitas keamanan di daerah setempat,” katanya.

BACA: Kronologis Keracunan Makanan Bukber di Solo, Gejalanya Terasa Keesokan Hari

Pihaknya juga mengimbau masyarakat yang melakukan aksi penyampaian pendapat di muka umum agar juga bisa menghormati hak-hak dan kebebasan orang lain sebagaimana disebutkan dalam pasal 6 huruf (a) Undang-Undang nomor 9 tahun 1998 tentang Kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum. (ruh/pojoksatu)