Pembantai Babinsa dan Istrinya Bidan Sri Lestari Ternyata Anak Buah Penembak Kepala BIN, Langsung Dibayar Kontan

Pelepasan jenazah Bidan Sri Lestari Indah Putri dan suaminya Sertu Eka Andriyanto. Foto: Denny/Cepos.

POJOKSATU.id, PAPUA – Masih ingat anggota Babinsa Koramil 1702/Kurulu Sertu Eka Andrianto Hasugian yang dibantai secara sadis bersama istrinya bidan Sri Lestasi Putri di Kabupaten Yalimo, Papua, beberapa waktu lalu.


Pelakunya ternyata adalah anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua.

Pelaku pembantaian Sertu Eka Andrianto dan bidan Sri Lestari itu diidentifikasi bernama Wabin Tabuni.


Sedangkan Wadin Tabuni adalah anak buah Luki Murib.

Selain membantai suami-istri itu, Wabin Tabuni juga membantai anak pasangan tersebut.

BACA: Bidan Sri Lestari Dibantai Bersama Suami, Nakes Yalimo Papua Ancam Mogok Massal

Kapolres Jayawijaya AKBP Muhammad Safei mengatakan Wabin Tabuni telah ditangkap.

AKBP Muhammad Saefi juga membenarkan bahwa Wabin Tabuni adalah anggota KKB.

“Dari data yang ada, Webin Tabuni adalah anggota KKB yang tergabung kelompok militer Murib dengan daerah operasi sekitar Kuyawage hingga Ilaga,” ungkap Safei di Jayapura, Sabtu (30/4/2022).

Safei menceritakan, Wabin Tabuni ditangkap di Kampung Dugume, Distrik Dugume, Kabupaten Lanny Jaya, sekitar pukul 07.40 WIT.

Namun Wabin Tabuni berusaha kabur dibantu rekannya yang menembak ke arah aparat dari ketinggian.

BACA: Beredar Foto Bidan Sri Lestari Dan Sertu Eka Sebelum Dibantai KKB di Yalimo Papua

Saat berusaha melarikan diri itulah, petugas mengambil tindakan tegas terukur dengan menembak tewas Wabin Tabuni.

“Saat ini jenazah Wabin Tabuni masih berada di RSUD Wamena,” tuturnya.

Sebagai informasi, Luki Murib adalah pelaku penembak Kepla BIN Daerah (Kabinda) Papua, Brigjen Putu Danny Nugraha Karya.

Luki Murib akhirnya tewas dalam baku tembak dengan Satgas Damai Catenz di Kabupaten Puncak, Papua, Sabtu (23/4/2022).

Untuk diketahui, Sertu Eka dan istrinya dibantai di Jalan Trans Elelim – Wamena Kabupaten Yalimo, Papua pada Kamis (31/3/2022) pukul 06.15 WIT.

BACA: Profil Sri Lestari, Bidan Puskesmas yang Dibantai Bersama Suami dan Anak di Papua

Keduanya dibantai dengan cara ditembak dan dibacok.

Sri Lestari sendiri bekerja sebagai bidan Puskesmas Elelim, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Yalimo, Papua.

Di sisi lain, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat, Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) melalui juru bicaranya Sebby Sambom membantah pembantaian itu dilakukan TPNPB.

“Pembunuhan di Yalimo itu kami curigai permainan aparat TNI dan Polri sendiri,” kata Sebby melalui pesan elektronik.

Jika bukan permainan TNI dan Polri, kata dia, kemungkinan pelaku pembunuhan merupakan kelompok yang kalah Pilkada.

BACA: Jenderal Dudung Perintahkan Tangkap Pembantai Pasutri TNI dan Bidan Puskesmas di Yalimo

Dikatakan Sebby, saat ini tidak ada agenda TPNPB Yalimo untuk perang di Yalimo. TPNPB Yalimo akan ikut perang ketika revolusi total.

Ia menyatakan untuk sementara waktu, TPNPB Yalimo belum punya agenda untuk melakukan penyerangan.

“Jadi kami curiga dua kelompok yang saya sebutkan tadi dengan tujuan mungkin mau bikin konflik internal atau mungkin juga mau agar kirim pasukan dalam jumlah besar ke wilayah Yalimo,” tandas Sebby. (ruh/pojoksatu)