ASDP Ketiban Kambing Hitam Macet Parah di Pelabuhan Merak, 60 Persen Kapal Tak Beroperasi

Pemudik tujuan Sumatera alami macet parah menuju Pelabuhan Merak (dtc)

POJOKSATU.id, JAKARTA— ASDP ketiban kambing hitam imbas macet parah belasan jam di Pelabuhan Merak atau penyeberangan Selat Sunda. Hari-hari ini pemudik ke Sumatera tertahan belasan jam masuk kapal penyeberangan.

Panjangnya antrean kendaraan yang akan menyeberangi lintasan Pulau Jawa ke Sumatera atau Merak-Bakaheuni sejak H-5 Hari Raya Idul Fitri atau sejak Rabu, menunjukkan ketidaksiapan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dalam mengelola pelabuhan.

Dewan Pembina DPP Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Bambang Haryo Soekartono mengatakan, antrean panjang itu terjadi karena PT ASDP tidak segera membangun jumlah dermaga yang layak dan cukup untuk mengantisipasi lonjakan penumpak di masa mudik lebaran.

“Di Merak-Bakaheuni ada 74 kapal yang siap beroperasi, tetapi tidak lebih dari 40 persen saja yang tertampung di dermaga,” jelas Bambang Haryo kepada wartawan, Sabtu (30/4).


“Sisanya yang 60 persen kapal terpaksa mengganggur dan tidak bisa beroperasi,” ujarnya lagi.

Menurutnya, terjadinya kapasitas mengganggur atau idle capacity yang sangat besar tentu merugikan masyarakat yang harus tertahan di pelabuhan untuk bisa menyeberang.

“Ini satu kesalahan manajemen transportasi, seharusnya pemerintah menekan ASDP segera membangun dermaga untuk antisipasi penambahan kapasitas angkut,” ujarnya.

Selain merugikan masyarakat, kata Bambang, kekurangan dermaga yang terjadi selama ini juga menjadi kerugian bagi perusahaan pelayaran yang sudah menyiapkan kapalnya dengan baik tetapi tidak bisa dioperasikan.

Kondisi itu diperparah dengan tidak dapat dimanfaatkannya dermaga 5 secara maksimal karena beberapa dolphin di dermaga 5 Bakauheni mengalami kerusakan dan infrastruktur lainnya tidak layak.

“Demikian juga dermaga 7 perairan kolam dermaga sangat dangkal, sehingga dermaga 5 dan dermaga 7 tidak bisa digunakan untuk kapal ukuran besar,” tandasnya. (ral/rmol/pojoksatu)