Masinton Pasaribu Bersuara Lagi, Kali Ini Nama ST Burhanuddin Kejagung Disebut

Politisi PDIP Masinton Pasaribu (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Politisi PDI-Perjuangan Masinton Pasaribu kembali bersuara terkait kasus ada perusahaan sawit yang siap mendanai penundaan Pemilu 2024.

Masinton mengatakan, siap memberikan data-data tambahan ke Kepala Kejaksaan Agung (Kajagung) ST Burhanuddin.

Itu jika Kejaksaan Agung (Kejagung) membutuhkan informasi tambahan terkait dengan mafia minyak goreng tersebut.

“Jika Kejaksaan Agung memerlukan informasi tambahan pasti kita support dan sampaikan,” kata Masinton dihubungi wartawan, Selasa (26/4/2022).


Kendati demikian, anak buah Megawati Soekarnoputri itu menyakini Kejagung memiliki data-data yang lebih lengkap.

“Saya yakin pengumpulan informasi kejaksaan lebih banyak ketimbang informasi yang kita miliki,” ucap Masinton.

Anggota Komisi II DPR RI itu juga memuji ST Burhanuddin karena berhasil mengungkap mafia minyak goreng.

“Kita apresiasi Kejagung yang kerja senyap mengumpulkan informasi dan alat bukti sehingga bisa menangkap mafia minyak goreng,” tutur Masinton.

Sebelumnya, politisi PDIP Mansinton Pasaribu mengungkapkan ada korelasi antara perusahaan sawit dan wacana penundaan Pemilu 2024.

“Kemudian ada korelasi dukungan yang tiba-tiba dari petani sawit,” kata Masinton, Sabtu (23/4).

Ia pun mencurigai ada pihak yang sengaja memobilisasi pergerakan ini untuk memuluskan penundaan Pemilu.

“Dukung 3 periode, siapa yang memobilisasi itu? Itu petani sawit apa? Petani yang dimobilisasi koorporat,” tanya Masinton.

“Lah itu anggarannya untuk membayar yang namanya tadi sidang MPR,” ucapnya.

Ia menegaskan, bahwa hal tersebut merupakan bahaya besar bagi demokrasi Indonesia.

“Ini kan bahayanya disitu. Kita harus sampaikan bahwa ini nggak bener,” tegas anak buah Megawati Soekarnoputri itu. (muf/pojoksatu)