Saling Lapor, Kini Giliran Sekjen PAN Eddy Soeparno Laporkan Balik Pengacara Ade Armando Atas Tuduhan Ini

Sekjen PAN Eddy Soeparno

POJOKSATU.id, JAKARTA- Setelah dilaporkan, kini giliran Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno melaporkan pengacara Ade Armando, Muannas Alaidid, atas dugaan pencemaran nama baik hingga pemberian keterangan palsu.

“Betul, sudah melakukan laporan atas perkara pencemaran nama baik melalui media elektronik. Yang terlapor adalah saudara Muannas Alaidid dan kawan-kawan,” ucap dia di Markas Polda Metro Jaya, Senin 25 April 2022.

Laporan dibuat hari ini di Polda Metro Jaya. Dimana laporan diterima dengan nomor STLP/B/2107/IV/2022/SPKT/POLDA METRO JAYA.

Muannas dipolisikan atas dugaan pelanggaran 27 ayat 3 UU ITE, Pasal 310 KUHP, 311 KUHP, 315 soal pencemaran nama baik, hingga pasal 263 KUHP tentang keterangan palsu.


Laporan yang dibuat pihaknya ini bermula saat dia menyampaikan pernyataan di media sosial.

Menurut Eddy cuitannya merupakan pendapat sebagai warga negara soal penegakan hukum.

Tapi, kemudian cuitannya malah dibalas tindakan pencemaran nama baik dari terlapor kepada pribadi serta keluarga.

“Intinya saya menyampaikan sebuah pesan di media sosial yang merupakan bagian aspirasi dari konstituen yang saya salurkan. Apa aspirasi konstituen itu? Yaitu masalah penegakan hukum yang berkeadilan yang mana kemudian dibalas dengan penghinaan baik atas nama diri saya maupun keluarga saya. Ini jadi salah satu dasar kita buat laporan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi PAN DPR RI Saleh Daulay menyebut selain melaporkan soal persoalan pencemaran nama baik, pihaknya pun melaporkan Muannas soal dugaan keterangan palsu.

Hal tersebut merujuk surat kuasa Muannas sebagai kuasa hukum Ade Armando yang melakukan somasi kepada Eddy Soeparno.

Ia menilai surat kuasa dari Ade Armando kepada Muannas Alaidid terbit pada Senin 11 April 2022, sementara cuitan Eddy yang dipersoalkan oleh Muannas tiba sehari berselang.

Saleh mengatakan, surat kuasa itu berkaitan dengan kasus pengeroyokan yang menimp Ade Armando, bukan untuk memproses masalah cuitan dari Eddy Soeparno.

Meski begitu, dirinya menampik laporan ini merupakan laporan balik kepada Muannas.

Dia menyebut laporan ini tak ada sangkut pautnya dengan laporan yang sebelumnya telah dilayangkan oleh Muannas ke Polda Metro Jaya.

“Surat kuasa harus khusus spesifik. Kalau untuk pengeroyokan nggak bisa untuk pencemaran nama baik. Maka dugaan kami ada pemberian informasi salah kepada publik dan ada kebohongan publik terkait masalah Ade,” kata Saleh menambahkan.

(dhe/pojoksatu)