Masa Lalu Rachmawaty Dishub Makassar Terbongkar, Terakhir Bertarung 2004, Dulang Medali di Palembang

Rachmawaty Dishub Makassar pemicu cinta segitiga berujung pembunuhan (ist1)

POJOKSATU.id, MAKASSAR— Rachmawaty Dishub Makassar masa lalunya penuh dengan prestasi. Atlet karate andalan Sulsel ini terakhir ikut bertarung pada 2004 dan meraih medali perak di PON Palembang.

Rachmawaty pernah menjadi atlet karate andalan Sulawesi Selatan, juga Indonesia.

Selama menjadi karetaka, Rahmawaty turun pada nomor Kata Beregu Putri.

Kata dikenal sebagai nomor seni dalam olahraga karate.


Dalam karate, kata merupakan serangkaian gerakan menyerang, menangkis, dan mengunci.

Namun, bukan sekadar gerakan jurus, melainkan ada unsur keindahan gerak.

“Rahma ini biasanya turun pada nomor Kata Beregu Putri,” kata mantan pengurus KONI Sulsel yang enggan disebutkan namanya, Minggu (24/4).

Selain itu, perempuan cantik ini pernah mempersembahkan medali perak hingga emas dari berbagai kejuaraan karate di tanah air.

Terakhir dia mendulang medali perak saat berlaga di PON Palembang 2004.

“Kalau pada kejuaraan single event khusus kejurnas Karate, open turnamen, dia pernah meraih medali emas. Terakhir dia dapat medali perak di PON Palembang,” jelasnya.

Seperti diketahui, Rachmawaty Dishub Makassar yang terlibat perselingkuhan dengan Najamuddin Sewang dan Kasatpol PP nonaktif Iqbal Asnan akhirnya memilih cuti kerja.

Menurut Kadis Perhubungan Kota Makassar Iman Hud, dia sebagai pimpinan harus mengerti kondisi yang dialami oleh Kasi Transportasi Publik Kota Makassar, Rachmawaty.

Kadishub Kota Makassar, Iman Hud mengatakan Rachmawaty diberikan cuti sampai kondisinya siap kembali bekerja.

“Dia izin cuti karena pengaruh psikologis. Kami sebagai pimpinan harus mengerti,” singkat dia kepada JPNNcom (Grup Pojoksatu), Jumat (23/4).

Kadishub Iman Hud menambahkan semenjak Rachmawaty menjalani pemeriksaan sebagai saksi, tentu sangat berpengaruh terhadap psikologis dan kesehatannya.

“Dia diperiksa sebagai saksi dalam kasus ini. Mengenai cinta segitiga hanya mereka dan Allah SWT yang tahu,” tambahnya.

Kadis Iman Hud mengakui Rachmawaty dan Najamuddin Sewang merupakan petugas Dishub yang ulet dan rajin bekerja.

“Secara formal mereka bekerja bagus. Mereka tidak pernah membuat kesalahan selama ini,” terang dia. (ral/pojoksatu)