Kasus Salah Tangkap Pelaku Pengeroyokan Ade Armando, Polisi Mengaku Ogah Minta Maaf, Alasannya..

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan

POJOKSATU.id, JAKARTA- Polisi ogah menyampaikan permintaan maaf terkait salah penetapan status tersangka terhadap Adbul Manaf dalam kasus dugaan pengeroyokan terhadap pegiat media sosial Ade Armando

“Enggak dong, memang itu kami kan melihat dari rekaman CCTV, dan dia belum mengambil langkah apa-apa hanya baru didatangi. Justru polisi bersifat bijaksana menyampaikan bahwa itu yang dimaksud bukan itu,” kata Kabid Humas Polda Komisaris Besar Polisi Endra Zulpan di Polda Metro Jaya, Jumat 22 April 2022.

Polisi berdalih pernah mengatakan sudah menetapkan Abdul Manaf jadi tersangka.

Menurutnya yang dikatakan saat ekspose kasus adalah Abdul Manaf sebagai terduga tersangka. Polisi menampik pernah menyebar foto Abdul Manaf sebagai buron.


Untuk sosok pria bertopi yang sempat diduga Abdul Manaf sampai sekarang masih jadi misteri.

Mantan Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan itu mengatakan sampai sekarang pencarian masih dilakukan. Bukan cuma si pria bertopi, satu buron bernama Ade Purnama juga masih diburu.

“Enggak, diduga pelaku bukan tersangka,” ujar dia.

Polda Metro Jaya sebelumnya mengoreksi bahwa Abdul Manaf bukan salah seorang pelaku pengeroyokan terhadap Ade. Zulpan mengatakan ada kekeliruan dalam face recognition yang tidak akurat mendeteksi wajah Abdul Manaf.

Selain itu, polisi sudah menemui dan memeriksa langsung Abdul. Alibi Abdul juga kuat merujuk keterangan saksi yang berada di sekitar rumahnya di Karawang, Jawa Barat.

“Dan, itu dibenarkan berbagai pihak yang sudah kami periksa di Karawang sehingga kami menyatakan Abdul Manaf yang kami tampilkan gambarnya itu adalah tidak terlibat. Kami cari lagi yang terlibat lain,” ujar Zulpan.

Polda Metro Jaya dalam kasus ini, sudah menetapkan enam orang jadi pelaku pengeroyokan terhadap Ade Armando. Enam tersangka itu Muhammad Bagja, Komarudin, Dhia Ul Haq, Abdul Latip, Markos Iswan, dan Al Fiqri Hidayatullah.

Kemudian, satu orang ditetapkan jadi tersangka buntut jadi provokator pengeroyokan adalah Arif Pardiani. Lalu, masih ada buron bernama Ade Purnama dan si pria bertopi.

(dhe/pojoksatu)