Kadishub Ungkap Keseharian Rachmawaty dan Najamuddin Sewang dan Salah Satu Pelaku Pembunuhan di Kantor

Rachmawaty Prilly Dishub Makassar pemicu cinta segitiga berujung pembunuhan Najamuddin Sewang

POJOKSATU.id, MAKASSAR – Kadishub Kota Makassar Iman Hud mengungkap keseharian dari Kasi Transportasi Rachmawaty Prilly dengan Najamuddin di kantor Dishub Makassar yang terlibat cinta segitiga.

Selain keseharian dari Rachmawaty dan Najamuddin, Iman Hud juga mengungkap keseharian dari salah satu pelaku pembunuhan yaitu Abu Sahabuddin.

Kadishub Kota Makassar Iman Hud mengatakan, tak ada tingkah laku Najamuddin, Abu Sahabuddin dan Rachmawaty Prilly yang mencurigakan saat di kantor selama ini.

Ketiga pegawai Dishub itu disebutnya rajin masuk ke kantor sebelum kejadian Najamuddin Sewang tewas akibat ditembak di jalan yang belakangan diketahui diotaki Kasatpol PP Iqbal Asnan.


“Yang bersangkutan bekerja sesuai porsinya. Dia normal seperti orang-orang lain. Najamuddin juga seperti itu,” Ujar Kadishub Iman Hud, Kamis (21/4).

“Si AB (Abu) juga itu yang terlibat pembunuhan yang pegawai dishub mereka rajin masuk kantor. Najamuddin pun juga begitu secara normalnya,” beber Iman Hud.

Iman mengatakan, tak ada sikap dan perilaku kriminal yang menunjukkan pegawai kontrak Dishub, Abu sebagai pelaku yang terlibat dalam kasus penembakan Najamuddin Sewang.

Termasuk hubungan asmara Rachma dan Najamuddin Sewang tak diketahuinya.

“Mana bisa saya ukur perilaku orang. Seandainya dibilang pekerjaanya begitu (kriminal), kan tidak. Dia normal seperti orang lain. Biasanya tindakan kriminal itu tidak menunjukkan dirinya sebagai pelaku,” tutur Iman.

“Mana saya tahu Najamuddin ada orang yang dia cintai selain istrinya. Kan saya tidak tahu,” tambahnya.

Ditanya soal kedekatan Rachmawaty dengan Kasatpol PP Makassar non aktif M Iqbal Asnan, Iman Hud mengatakan, tak tahu menahu soal hubungan kedekatan mereka sejauh mana.

Ia pun tak menyangka, jika kasus ini menyeret beberapa pegawai Dishub Makassar dan Iqbal Asnan.

“Siapa yang mau tahu kisah cintanya mereka. Hanya tuhan yang tahu dan mereka yang menjalani,” kata Kadishub Iman Hud. (ral/pojoksatu)