Ada Ormas yang Minta THR, Segera Laporkan ke Polisi, Polda Metro Bakal Tindak Tegas

pemalakan
Ilustrasi Pemalakan

POJOKSATU.id, JAKARTA- Polda Metro Jaya menanggapi banyak beredar surat edaran mengatasnamakan ormas yang meminta tunjangan hari raya (THR) ke masyarakat.

Permintaan THR secara paksa itu sangatlah tidak dibenarkan secara hukum. Pasalnya hal tersebut sudah masuk ranah pemerasan.

“Semua ormas yang melakukan meminta THR ini tolong tidak dilakukan. Karena meminta THR secara paksa itu juga bagian dari pemerasan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan, Jumat (22/4/2022).

Menurut Zulpan, permintaan THR yang dilakukan oleh ormas itu sangatlah tidak dibenarkan secara hukum.


Karena itu, Zulpan menghimbau kepada para pengusaha bila ada ormas tertentu meminta THR dengan cara-cara tersebut, segera dilaporkan.

“Para pengusaha yang mendapatkan surat permintaan THR yang sifatnya memaksa dari kelompok manapun agar melaporkan ke kepolisian, kita akan tindak,” ujarnya.

Seperti diketahui, fenomena permohonan tunjangan hari raya (THR) jelang Idul fitri kembali marak.

Baru-baru ini, masyarakat dikejutkan dengan secarik surat yang diduga dilayangkan Pimpinan Ranting Pemuda Pancasila Cengkareng Timur.

Dalam surat itu masyarakat diminta untuk berpartisipasi dengan berbagi rezeki untuk THR  kepada kader PP.

“Di dalam menyambut dan memasuki hari raya penuh berkah dan ketenangan, hari yang fitri tersebut, bersama ini kami mohon partisipasinya bapak/ibu agar kiranya berbagi rezeki dan kebahagiaan kepada kami untuk menikmati dan merayakan Hari Raya Idul Fitri 1443 H,” tulis surat itu yang beredar di media sosial, Selasa (19/4/2022).

(fir/pojoksatu)