Seret Nama Ma’ruf Amin di Isu Panas Pemilu, Nasdem Tuding Cak Imin Ngawur, Masak Nolong Orang Untuk di Akhirat

Wapres Ma'ruf Amin ketika hadir di podcast Deddy Corbuzier (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA— Politisi Nasdem Ahmad Ali menyebut Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin ngawur karena menyeret nama Wapres Ma’ruf Amin terkait wacana penundaan pemilu.

Pernyataan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin yang melemparkan usulan penundaan pemilu demi menolong Wakil Presiden Maruf Amin di akhirat nanti dinilai ngawur oleh Nasdem.

“Itu sudah ngawur itu ya. Masak nolong orang untuk di akhirat, tanggung jawab dia dengan Tuhan, kan Tuhan Maha Tahu,” kata Wakil Ketua Umum Partai Nasdem Ahmad Ali kepada wartawan, Selasa (19/4).

Menurut Ahmad Ali, penundaan Pemilu 2024 itu dilarang karena tidak sesuai dengan konstitusi atau UUD 1945.


Walaupun, dalam perjalanannya, bangsa Indonesia pernah melakukan amandemen konstitusi sebanyak empat kali amandemen karena kondisi kala itu mengharuskan demikian.

“Jadi ketika pasca orba ke reformasi itu kan menuntut perubahan, termasuk di dalamnya masa jabatan presiden dan kemudian reformasi menuntut penghapusan KKN,” katanya.

“Nah itu lah yang kemudian dimuat dalam UUD 1945. Sehingga kemudian sampai hari ini tidak ada lagi amendemen, yang dianggap sudah sesuai dengan kondisi saat ini,” tuturnya.

Atas dasar itu, Ahmad Ali menyebut jika ada pejabat tinggi negara mengganggu jalannya akhir pemerintahan Presiden Jokowi hingga 2024, maka itu bisa disebut usil dan sedang mencari muka.

“Dalam perjalanan di akhir pemerintahan Pak Jokowi ada oknum yang usil ya kan, mencari muka, mencari perhatian kepada presiden mengusulkan penundaan Pemilu 2024 karena presiden dianggap tidak optimal bekerja pada periode kedua ini karena pandemi,” tandasnya. (ral/pojoksatu)