Polisi Agendakan Pemeriksaan Chandrika Chika, Wanita yang Menyebabkan Putra Siregar Masuk Penjara

Chandrika Chika
Chandrika Chika diramail Hard Gumay.

POJOKSATU.id, JAKARTA- Polisi membenarkan kalau sosok wanita yang membuat bos PS Store, Putra Siregar dan artis Rico Valentino masuk penjara adalah selebgram Chandrika Chika.


“Iya betul Chandrika Chika,” ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan, Ajun Komisari Besar Polisi Ridwan Soplanit kepada wartawan, Selasa 19 April 2022.

Polisi bakal memeriksa mantan kekasih Thariq Halilintar itu pada Rabu atau Kamis pekan ini.


Dia akan diperiksa sebagai saksi. Surat pemanggilan sudah dikirim namun belum ada jawaban.

Terkait apa yang akan ditanyakan, mantan Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Metro Menteng ini mengaku belum bisa membeberkannya.

“Sudah kami kirim surat panggilan, tapi dia belum jawab konfirmasi kehadiran,” ucapnya.

Sebelumnya, Putra Siregar diamankan Polres Metro Jakarta Selatan karena terlibat kasus pengeroyokan di kawasan Senopati, Jakarta Selatan pada bulan Maret lalu. Putra diamankan bersama artis Rico Valentino.

Status Putra dan Rico juga sudah ditetapkan polisi sebagai tersangka. Keduanya menjalani pemeriksaan sejak Senin, 11 April 2022.

“Sudah, laporan sudah lama kami terima dan sudah kami proses serta tindak lanjuti,” kata Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Budhi Herdi Susianto saat dikonfirmasi wartawan Selasa, 12 April 2022.

Kuasa hukum pelapor Nuralamsyah, Ahmad Ali Fahmi menjelaskan kronologi pengeroyokan yang dialami kliennya.

Dari pengakuan kliennya, pengeroyok adalah Putra Siregar dan Rico Valentino.

Saat itu, korban Nuralamsyah tengah berada di kafe kawasan Senopati, Jakarta Selatan pada Rabu, 2 Maret 2022.

“Kira-kira Jam 2 pagi itu, pokoknya klien kita dikeroyoklah tanpa sebab. Saya nggak tahu pelaku terpengaruh alkohol atau tidak,” jelas Ali.

Ali menyampaikan kliennya berikan tenggat waktu terhadap Putra Siregar dan Rico untuk melayangkan permintaan maaf atas kejadian tersebut.

Namun, keduanya tak juga menyampaikan permohonan maaf sehingga korban membuat laporan ke Polres Metro Jakarta Selatan pada Senin, 11 April 2022.

(dhe/pojoksatu)