Kasatpol PP Makassar Iqbal Asnan Bikin Emosi Polisi, Tak Mau Akui Perbuatannya Habisi Najamuddin

Rachmawaty janda Dishub dan Kasatpol PP Makassar Iqbal Asnan

POJOKSATU.id, MAKASSAR— Kapolrestabes Makassar Kombes Budhi Haryanto mengungkap Kasatpol PP Makassar nonaktif M Iqbal Asnan tak mau mengakui perbuataannya menghabisi nyawa Najamuddin Sewang.

“Sampai sekarang otak pelaku tidak mengakui perbuatannya,” kata Kombes Budhi dikutip dari tayangan YouTube Kompas TV, Selasa (19/4).

“Namun polisi bekerja bukan karena pengakuan seorang tersangka, kita yakini dari keterangan saksi dan tersangka lainnya, serta alat bukti yang ada. Kita meyakini bahwa otak pelaku mantan Kasatpol PP (Iqbal),” tegasnya lagi.

Kombes Budhi menjelaskan, Kasatpol PP Makassar cemburu karena wanita dia cintai juga disukai Najamuddin Sewang.


Kasatpol PP M Iqbal Asnan tambah merasa tidak terima lagi karena Najamuddin Sewang menjadi pegawai atau honorer di Dishub Makassar berkat bantuan dia yang saat itu menjabat sebagai Plt Kadishub.

“Hasil pemeriksaan kami disampaikan bahwa korban ini bisa menjadi petugas Dishub karena si tersangka. Karena dibantu tersangka, di perjalanan waktu, apa yang dicintai tersangka juga dicintai korban,” jelas Kombes Budhi.

Disebutkan Kapolrestabes, M Iqbal Asnan sudah pernah memperingatkan Najamuddin Sewang untuk menjauhi sosok wanita tersebut yang merupakan Kasi di Dishub Makassar.

“Rupanya korban tidak mendengar dan tidak memperdulikan sehingga muncul ide untuk menghabisi nyawa daripada si korban,” jelasnya.

Dari keterangan saksi, terungkap bahwa niat Kasatpol PP Iqbal untuk membunuh Najamuddin Sewang sudah muncul sejak 2 tahun lalu alias 2020.

Meski disebut polisi menjadi otak pembunuhan, namun Iqbal berupaya untuk lolos.

Iqbal ingin mengorbankan orang lain dalam kasus tersebut.

Iqbal selalu berupaya untuk lolos dari jeratan hukum. Kata-katanya pun bikin emosi saat diperiksa polisi.

Hingga saat ini, Iqbal Asnan masih ngotot tidak mengakui perbuatannya menjadi dalang pembunuhan Najamuddin Sewang mantan anak buahnya di Dishub Makassar. (ral/int/pojoksatu)