Safrudin Bima: Tidak Ada Alasannya Pengacara Ade Armando Somasi Sekjen PAN

Safrudin Bima Ketua Fraksi Amanat Nurani DPRD Kota Bogor yang juga Ketua MPP DPD PAN Kota Bogor (ist)
Safrudin Bima Ketua Fraksi Amanat Nurani DPRD Kota Bogor yang juga Ketua MPP DPD PAN Kota Bogor (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA— Kuasa Hukum Ade Armando Muannas Alaidid mengirimkan somasi atas ciutan Sekjen PAN Eddy Soeparno di Twitter.

Ketua Fraksi Amanat Nurani DPRD Kota Bogor yang juga Ketua MPP DPD PAN Kota Bogor menilai somasi tidak tepat dan cenderung mengada-ada.

“Dilihat dari materi somasinya, mereka yang menyimpulkan sendiri bahwa AA adalah Ade Armando. Sementara Sekjen PAN Eddy Soeparno tidak pernah menyebut nama Ade Armando dalam twit-nya. Itu kan asumsi sendiri yang cenderung mengada –ada,” kata Safrudin Bima di Bogor, Senin pagi (18/4).

Menurut SB panggilan akrab Safrudin Bima, mereka merasa keberatan atas apa yang dilakukan Pengacara Ade Armando tersebut.


Dan akan mengambil sikap dan tindakan terhadap mereka yang mengirimkan somasi tersebut.

“Kenapa tidak fokus dalam mengusut dan menangani proses hukum terhadap pelaku kekerasan terhadap Ade Armando. Kok malah menebar tuduhan dan teror yang tidak berdasar dan tak ada argumennya,” tegas SB.

“Ketum dan Sekjen adalah simbol dan kehormatan partai. Jika ada tuduhan terhadap mereka berarti berurusan dengan lembaga dan bukan lagi individu,” katanya lagi.

“Kami jajaran Partai Amanat Nasional dari Pusat sampai Daerah akan merespon serius dengan tindakan yang terukur, bermartabat dan dalam koridor hukum yang berlaku. Karena kita ini negara hukum,” tegas Safrudin Bima.

“Kita menyaksikan kekerasan terhadap Ade Armando dan tentu pelakunya harus diusut tuntas,” lanjut Safrudin Bima.

Menurutnya, lebih baik kuasa hukum Ade Armando ini fokus menangani kasus kekerasan terhadap Ade Armando ketimbang mengirimkan somasi. Hal ini demi kebaikan Ade Armando sendiri.

“Bukan malah sibuk kirim somasi kesana-kemari. Kita semua punya tanggung jawab dalam menciptakan kondusifitas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tutup Safrudin Bima. (ral/pojoksatu)