Makin Panas, PAN Balas Surat Somasi Ade Armando, Isinya Bikin Nyelekit

PAN
Partai Amanat Nasional

POJOKSATU.id, JAKARTA – Hubungan Partai Amanat Nasional (PAN) tampak makin panas dengan pengacara Ade Armando yaitu Muannas Aladid.

Itu usai Muannas melayangkan surat somasi kepada Sekjen PAN Edy Soeparno terkait cuitanya yang menyebut Ade Armando penista agama.

Wasekjen DPP PAN Selamet Riyadi mengatakan, bahwa surat somasi yang dilayangkan Muannas Aladid tersebut salah alamat.

Pasalnya, di Edy tidak merasa menyebutkan nama Ade Armando di dalam ciutannya tersebut.


“Ia hanya menyebut AA bukan Ade Armando dari sini sudah salah alamat,” kata Slamet Riyadi kepada wartawan di Jakarta, Senin (18/4/2022).

Anggota Komisi VI DPR RI itu mengatakan, bahwa PAN akan mengambil sikap tegas terakit surat somasi Muannas Aladid tersebut.

“Kami di PAN akan merespons dengan tindakan yang terukur, bermartabat dan dalam koridor hukum yang berlaku,” ucapnya.

Anak buah Zulkifli Hasan itu pun menyarankan agar Muanas Aladid fokus mengusut para pelaku kekerasan terhadap kliennya dalam demonstrasi 11 April lalu.

“Tentu pelaku kekerasan terhadap Ade Armando harus diusut tuntas,” pungkas Slamet Riyadi.

Sebelumnya, Muannas Alaidid telah memberikan ultimatum kepada Eddy Soeparno.

Itu untuk meminta maaf secara langsung kepada Ade Armando maksimal dalam waktu tiga hari sejak somasi dilayangkan.

“Apabila dalam tempo waktu 3 x 24 jam, saudara tidak menghapus cuitan tersebut dan (tidak) meminta maaf kepada klien kami melalui akun Twitter saudara, maka kami akan melakukan gugatan/ tuntutan baik pidana dan perdata,” kata Muannas dalam keterangannya pada Sabtu (16/4).

Muannas menjelaskan beberapa poin di dalam somasi tersebut.

Pertama, mereka menegaskan bahwa Ade Armando tidak pernah menjadi tersangka di kepolisian terkait dugaan penistaan agama.

Kedua, Polda Metro Jaya telah menghentikan penyidikan melalui Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3), terkait laporan penistaan agama.

Terakhir, tidak ada putusan pengadilan yang menyatakan bahwa Ade Armando terbukti bersalah melakukan perbuatan yang dituduhkan.

Dapat dilihat juga bagaimana proporsi korban kekerasan yang melaporkan ke polisi.

Muannas pun menilai cuitan Eddy Soeparno mengarah kepada dugaan pencemaran nama baik dan berita bohong atau hoax.

Selain itu, Muannas menganggap bahwa tuduhan di dalam cuitan Eddy merugikan dan membahayakan Ade Armando, terutama secara mental.

Somasi terhadap Eddy Soeparno bermula dari cuitan pada akun Twitter pribadinya.

Iru setelah Ade Armando mengalami pengeroyokan di depan gerbang gedung DPR/MPR, ketika demonstrasi mahasiswa sedang berlangsung.

“Saya mendukung pengusutan dan tindakan hukum kepada pelaku kekerasan terhadap AA, tapi saya juga mendukung tindakan hukum yang tegas kepada mereka yang menistakan agama dan ulama, termasuk AA,” cuit Eddy pada Selasa (12/4).

(muf/pojoksatu)