Usai Kapolri Ikut Campur, Kapolda NTB Hentikan Kasus Korban Begal Amaq Sinta, Begini Alasannya

Korban begal Amaq Sinta saat berada di Polres Lombok Tengah (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA — Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB) Irjen Djoko Poerwanto menghentikan kasus penyelidikan Amaq Sinta yang merupakan korban begal yang dijadikan tersangka oleh polisi.

Kapolda NTB langsung memimpin gelar perkara khusus kasus korban begal Amaq Sinta yang dijadikan tersangka oleh Polres Lombok Tengah ini.

Irjen Djoko menyatakan penyidikan atas Murtede alias Amaq Sinta dihentikan.

Kapolda NTB Irjen Djoko Poerwanto dalam jumpa pers langsung di akun Instagram-nya @djokopoerwanto_67, Sabtu sore (16/4/2022) menjelaskan gelar perkara khusus dilakukan lantaran menjadi perhatian publik.


Dalam gelar perkara, didapati fakta Amaq Sinta memang membela diri dari ancaman komplotan begal.

“Hari ini gelar perkara khusus, karena kasus ini menjadi perhatian publik. Menyimpulkan bahwa terdapat fakta yang disampaikan dalam gelar perkara khusus, yang dilakukan oleh M alias AS adalah perbuatan pembelaan terpaksa,” jelas Kapolda NTB.

Irjen Djoko menuturkan tidak ditemukan unsur perbuatan melawan hukum, baik formil maupun materiil dalam kasus tewasnya dua begal di tangan Amaq Sinta.

“Sehingga pada saat ini tidak ketemukannya unsur perbuatan melawan hukum, baik secara formil maupun materiil,” imbuh Djoko.

Irjen Djoko juga mengutip Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 6 Tahun 2019 soal Penyidikan Tindak Pidana.

Mengacu pada perkap tersebut, Irjen Djoko menegaskan penyidikan kasus pembunuhan terhadap dua pelaku begal yang dilakukan oleh korban Amaq Sinta, disetop.

“Berdasarkan Perkap kapolri Nomor 6 Tahun 2019 tentang Penyidikan Tindak Pidana, kami menyimpulkan penanganan atau penyidikan kasus tersebut dihentikan atas nama tersangka M alias AS,” tegas Irjen Djoko.

Berita sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo turut menanggapi kasus korban begal jadi tersangka di Lombok Tengah, NTB. Kapolri turut mengomentari Amaq Sinta yang dijadikan tersangka.

Jenderal Sigit menuturkan Kapolda NTB Irjen Djoko Poerwanto telah memimpin gelar perkara kasus korban begal jadi tersangka ini.

Kapolri Jenderal Sigit juga menyampaikan Irjen Djoko akan segera memberikan keterangan ke publik terkait kasus ini.

“Kapolda NTB telah melaksanakan gelar perkara dan akan segera melakukan press release terkait perkara Sdr Amaq Sinta,” tulis Sigit di akun Instagram resminya, Sabtu (16/4/2022).

Jenderal Sigit mengatakan Amaq Sinta akan memperoleh kepastian hukum.

Jenderal Sigit menegaskan Polri memegang teguh asas proporsional hingga nesesitas.

“Untuk memberikan kepastian hukum dengan memegang teguh asas proporsional, legalitas, akuntabilitas, dan nesesitas,” katanya.

Jenderal Sigit menambahkan Polri mengedepankan rasa keadilan dan kemanfaatan hukum bagi masyarakat.

“Sehingga rasa keadilan dan kemanfaatan hukum betul-betul bisa dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya.

Selain di akun Instagram, di akun Twitter resmi Kapolri Jenderal Sigit yaitu @ListyoSigitP juga memposting pernyataan dari Jenderal Sigit ini. (ral/pojoksatu)