Ayah Tiri Pacar Korban Otaki Pembunuhan Bagus Mahasiswa Kedokteran, Polisi Sebut Ada Pelaku Lain

Mahasiswa Kedokteran Brawijaya Bagus Prasetya Lazuardi (ist)

POJOKSATU.id, MALANG- Teka-teki pembunuhan mahasiswa kedokteran Universitas Brawijaya (UB) Bagus Prasetyo Lazuardi akhirnya terkuak.

Tak menunggu lama, polisi sudah mengamankan pelaku yang terlibat dalam menghabisi nyawa calon dokter tersebut.

Berdasarkan informasi setelah menangkap pelaku, polisi berencana menggelar rekonstruksi, Jumat (15/4) malam.

Kabid Humas Polda Jawa Timur (Jatim) Kombes Pol Dirmanto membenarkan soal pengungkapan kasus pembunuhan itu.


Unit Jatanras Polda dikabarkan telah menangkap pembunuh mahasiswa kedokteran UB itu.

Informasinya, pelaku diamankan di Malang. Bahkan polisi juga sudah mengamankan mobil Toyota Innova milik korban.

Selanjutnya kasus itu masih didalami Polda Jatim. Kendati demikian, belum diketahui berapa pelaku yang sudah diamankan. Serta sejauh mana keterlibatan para pelaku. Dan keterkaitannya dengan korban.

Menurut Dirmanto, penyidik saat ini masih bekerja. Proses penyelidikan masih berlanjut.

“Nanti kalau sudah selesai penyelidikan diinfokan lengkap ya,” katanya, dikutip radar tulungagung (grup pojoksatu)

Sumber di Jatanras Polda Jatim menyebutkan, terduga pembunuhan diamankan usai mobil korban ditemukan.

Pelaku dan sejumlah barang bukti telah diamankan. Rencananya, para pelaku dibawa ke lokasi kejadian untuk olah tempat kejadian perkara.

Diberitakan sebelumnya, mayat pemuda yang beralamat di Jalan Letjen Suprapto 28 RT 03/RW 05, Tulungagung, itu ditemukan warga di sebuah lahan kosong Dusun Krajan, Desa Purwodadi, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Selasa (12/4) pagi.

Lokasi penemuan mayat tidak jauh dari Jalan Umum Jurusan Surabaya-Malang. Tubuh korban disembunyikan di semak-semak lahan kosong bekas bongkaran gedung.

Korban ditemukan dalam posisi telentang lengkap dengan pakaian dan jam tangan serta uang Rp 150 ribu.

Di lokasi, polisi tak mendapati selembar pun kartu identitas di tubuh maupun pakaian korban. Identitas korban baru diketahui melalui pemeriksaan sidik jari dengan Mobile Automated Multi Biometric Identification System (MAMBIS).

Jasad korban lalu diotopsi untuk mengetahui lebih lanjut mengenai penyebab kematiannya.

Berdasarkan hasil autopsi, korban diketahui tewas akibat kekerasan benda tumpul pada bagian dada. Sebab paru-parunya nengempis. Ada dugaan korban diinjak pelaku.

Sebelum ditemukan tewas, korban diketahui sempat keluar dengan kekasihnya untuk buka bersama. Setelah itu korban mengantar sang kekasih ke rumahnya.

Selanjutnya, korban tak bisa dihubungi dan dikabarkan hilang oleh keluarganya.

(dhe/pojoksatu)