Pesta Ulang Tahun Berujung Maut, Siswi SMP Tewas Usai Dikasih Minum Pacar

AP, siswi SMP di Cianjur yang jadi korban pesta ulang tahun.

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pesta ulang tahun berujung maut. Siswi SMP di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, meninggal usai dikasih minum pacar.


Peristiwa itu terjadi pada Senin 11 April 2022 pukul 22.00 WIB.

Awalnya, korban yang berinisial AP (14) mengadakan pesta ulang tahun bersama pacaranya, An (17).


Korban dikasih minum oleh pacarnya, trus korban muntah-muntah dan tak sadarkan diri.

Pukul 01:00, korban dibawa ke rumah teman. Selanjutnya korban dijemput orang tuanya dan dibawa ke puskesmas Agrabinta pukul 03.00 WIB.

Warga Kampung Cikarang, Desa Karangsari, Kecamatan Agrabinta, Kabupaten Cianjur itu sempat menjalani perawatan. Namun nyawanya tidak tertolong.

Informasi yang beredar, korban overdosis. Ia juga diduga menjadi korban kekerasan seksual.

Kapolsek Agrabinta Ipda Nanda mengatakan, kronologis bermula ketika AP pergi ke rumah D (16) untuk merayakan acara ulang pacarnya, An (17).

Kemudian selang satu jam, AP bersama An pergi untuk membeli bakso ke daerah Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, yang berbatasan langsung dengan wilayah Kecamatan Agrabinta sekitar pukul 19.00 WIB.

Selang beberapa jam, AP mengeluhkan sakit kepala kepada An, kemudian diantarkan ke rumah D.

“Acara itu kurang lebih selama satu jam, terus dibawa ke satu tempat karena merasa pusing. Kemudian pulang diantarkan ke rumah temannya yang dipakai acara ulang tahun,” kata Ipda Nanda kepada Radar Cianjur (jaringan pojoksatu.id) melalui sambungan telepon, Rabu (13/04/2022).

Kemudian di rumah D, AP muntah-muntah. Orang tua AP datang dan membawa anak gadisnya itu ke puskesmas Agrabinta.

“Jadi AP itu dijemput oleh orangtuanya, kemudian diantarkan ke puskesmas Agrabinta,” ujarnya.

Setelah dilakukan perawatan, AP kritis. Selang beberapa jam, AP meninggal dunia.

“Nyawa AP tak tertolong, kemudian meninggal pada pukul 21.00 WIB,” paparnya.

Saat ini Polsek Agrabinta masih belum dapat memastikan penyebab AP meninggal.

“Baru dugaan overdosis akibat minuman atau keracunan makanan. Nanti akan dilakukan otopsi. Saya menunggu intruksi dari Polres Cianjur,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Agrabinta Tedi Nugraha membenarkan, pihaknya menerima pasien AP yang diantar orangtuanya.

“Betul, dirawat di sini. Kami menerima pasien dalam keadaan kritis, namun tidak lama sedang dalam penanganan atau observasi meninggal dunia,” kata Tedi.

Kemudian, pihak puskesmas Agrabinta menyerahkan korban kepada pihak keluarga untuk dilakukan otopsi.

“Korban di bawa keluarganya untuk melakukan. otopsi ke RSUD Sayang Cianjur,” tandasnya. (byu/radarcianjur)