Korban Begal jadi Tersangka Pembunuhan Begal, Polres Lombok Tengah Digeruduk Massa dan Dicemooh

Puluhan massa menggeruduk Polres Lombok Tengah, pada Rabu (13/4/2022) memprotes penetapan Amaq Sinta, korban begal yang ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan pelaku begal. Foto: Radar Lombok

“Maka, sangat ironis Amaq Sinta yang malah menjadi tersangka. Seharusnya aparat berterima kasih. Ini adalah penegakan hukum yang tidak baik yang dipertontonkan oleh aparat,” ujar Lalu Tajir Syahroni dalam orasinya dilansir dari Radar Lombok.

Peristiwa ini, dikhawatirkan akan membuat masyarakat ogah ronda malam karena takut dipenjara karena melawan pelaku pencurian.

“Lalu apa harus kita lakukan saat berhadapan dengan begal? Langsung lari dan memberikan harta benda kita diambil?” kecamnya.

Karena itu, mereka mendesak Polres Lombok Tengah secepatnya membebaskan Amaq Sinta yang dinilai tak bersalah..


Pria yang juga Pendiri Swaka NTB ini menegaskan, polisi juga harus menyadari bahwa badik yang dibawa masyarakat Sasak saat keluar malam adalah tradisi yang dilakukan untuk berjaga-jaga.

“Kalau memang setiap kami keluar ada jaminan keamanan, yakni polisi tetap mendampingi kami, maka tidak ada masalah. Ini petugas sepi, malah rakyat yang menjadi korban dan menjadi tersangka lagi,” geramnya.

Sementara orator lainnya, Kusnandi Uying menegaskan, Pasal 338 junto Pasal 351 ayat (3) KUHP yang disangkakan kepada Amaq Sinta adalah salah.