Aneh, Korban Begal di Lombok Tengah jadi Tersangka Pembunuhan Begal, Wakapolres: Main Hakim Sendiri kan Dilarang

Pembunuhan
Ilustrasi

POJOKSATU.id, LOMBOK TENGAH – Malang benar nasib Amaq Sinta (34), warga Dusun Matek Maling, Desa Ganti, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah. Sudah menjadi korban begal, ia malah ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan begal.

Kasus ini bermula dari penemuan dua mayat yang diidentifikasi bernama Oky Wira Pratama (23) dan Pendi (30), warga Desa Beleka, Kecamatan Praya Timur pada Minggu (10/4/2022).

Berdasarkan penyelidikan, keduanya dihabisi Amaq Sinta yang menjadi korban begal Oky dan Pendi bersama dua rekan lainnya, Wahid (32) dan H (17).

Saat para pelaku hendak membegal, Amaq Sinta melakukan perlawanan sampai membuat Oky dan Pendi tewas.


Ironisnya, Amaq Sinta kemudian ditetapkan polisi sebagai tersangka pembunuhan, dijerat Pasal 338 jo Pasal 351 ayat (3) KUHP dengan ancaman paling lama 15 tahun.

Sementara empat orang begal yakni Wahid, H, Oky Wira Pratama (meninggal) dan Pendi (meninggal) ditetapkan sebagai tersangka dengan sangkaan Pasal 365 KUH Pidana Sub Pasal 35 KUH Pidana dengan ancaman hukuman penjara paling lama 12 tahun penjara.

Dalam konferensi pers, Selasa (12/3/2022), wartawan pun mempertanyakan keputusan penyidik yang menetapkan Amaq Sinta sebagai tersangka pembunuhan karena melawan begal.