Seperti Kena Prank, Demo Besar-besaran 11 April Ternyata Cuma Ramai di Sosmed, Polisi Pun Terlihat Hitungan Jari

Suasana Patung Kuda Jalan MH Thamrin Jakarta Pusat terlihat sepi (firdaus)

POJOKSATU.id, JAKARTA— Seperti kena prank berjamaah, demo mahasiswa 11 April hanya ramai di media sosial. Kenyataannya di lapangan belum ada massa hingga Senin siang di gedung DPR dan Patung Kuda.

Berdasar pantauan Pojoksatu.id di pada Senin (11/4/2022) sekitar pukul 12.28 WIB, belum tampak kehadiran massa.

Arus lalu lintas di depan gedung wakil rakyat itu masih terpantau normal.

Petugas kepolisian juga belum tampak bersiaga di lokasi. Hanya masih bisa dihitung dengan telunjuk jari.


Baca Juga:

Suasana Terkini di Gedung DPR, Sudah Siang Belum Ada Massa Demo Mahasiswa 11 April

Begitu juga dengan para awak media atau wartawan, masih tampak santai menunggu para peserta demo.

Sebelumnya, Koordinator Media Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Lutfi Yufrizal mengatakan pihaknya memindahkan lokasi unjuk rasa dari Istana Negara ke depan gedung DPR RI.

“Iya betul sekali. Kami ke DPR,” kata Lutfi saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (10/4) malam.

Ia menyebutkan hal itu dilakukan lantaran ingin memastikan konstitusi yang ada berjalan dan mengawal undang-undang.

“Maka dari itu kami akan mengawal UU dan memastikan DPR RI melaksanakan konstitusi dengan baik sesuai dengan yang sudah ada,” pungkas Lutfi.

Sementara itu, polisi terlanjur mengamankan sekitar 15 orang diduga massa bayaran ke dalam kawasan Monas di tengah ketidakpastian aksi demo mahasiswa 11 April di sekitar Patung Kuda.

Pihak kepolisian menggelandang belasan remaja yang diduga hendak aksi di sekitaran Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat.

Belasan remaja yang menggunakan seragam celana SMA itu diduga akan melakukan aksi anarkis. Mereka langsung di bawa ke dalam kawasan Monas untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Namun belum diketahui secara pasti dari SMA mana para remaja tersebut.

“Iya iya anak SMA masih diperiksa,” kata anggota polisi yang membawa para remaja tersebut, Senin (11/4/2022).

Para remaja yang diamankan itu ada dua kloter. Kloter pertama berjumlah 8 orang dibawa menggunakan mobil kepolisian ke dalam Monas.

Sementara kloter dua berjalan kaki yang berjumlah tujuh orang.

Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian perihal penangkapan para remaja tersebut.

Namun dari kesaksian awak media di lokasi diduga mereka merupakan massa bayaran.

“Massa- massa bayaran, infonya seperti itu,” kata salah satu awak media.

Sebelumnya, Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) akan menggelar unjuk rasa di Istana Negara hari ini, 11 April.

Unjuk rasa di Istana Negara diklaim bakal diikuti 1.000 mahasiswa dari Aliansi BEM SI.

Demo mahasiswa 11 April ini tiba-tiba berubah dari depan Istana Negara Jakarta ke gedung DPR RI. Tuntutan BEM SI juga berubah menjadi empat tuntutan saja.

“Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia akan menggelar aksi untuk yang kedua kalinya yang saat ini bertempat di Rumah Rakyat atau Gedung DPR RI, dengan tujuan untuk menyampaikan aspirasi dan memberikan peringatan kepada wakil rakyat terkait berbagai permasalahan yang ada,” kata Koordinator Media BEM SI, Luthfi Yufrizal kepada wartawan, Minggu (10/4/2022). (muf/fir/pojoksatu)