Jelang Aksi Demo di Sekitar Istana Bogor, Cuaca Malah Tak Mendukung

Jelang unjuk rasa 11 April, Kota Bogor dilanda hujan deras

POJOKSATU.id, BOGOR- Hujan deras menerjang kawasan Kota Bogor jelang aksi unjuk rasa yang akan dilakukan di Istana Bogor pada hari Senin (10/04/2022). Hujan sendiri turun pada pukul 12.45 WIB.

Aksi unjuk rasa sendiri akan dilakukan pada pukul 14.00 WIB. Hingga saat ini massa unjuk rasa sendiri belum nampak di Istana Bogor.

Sementara itu, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Bogor berencana akan menggelar aksi demonstrasi di Istana Bogor.

Kepastian itu diungkapkan setelah PC PMII Kota Bogor memutuskan tidak akan ikut bergabung bersama aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) dalam aksi demonstrasi yang diselenggarakan di depan Istana Negara, Jakarta pada hari yang sama.


“Kalau ke Jakarta enggak. Kalau kita mungkin besok turun aksi di Bogor sendiri,” kata Ketua PC PMII Kota Bogor, Fahreza Berliansyah kepada wartawan, Senin (11/04/2022).

Menurutnya, dalam aksi demo nanti pihaknya masih menyampaikan tuntutan yang sama ke Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

Diantaranya, menolak keras wacana perpanjangan masa jabatan presiden, penundaan pemilu dan wacana tiga periode.

Kedua, menuntut Presiden Jokowi untuk mengeluarkan pernyataan resmi terkait penolakannya terhadap wacana perpanjangan masa jabatan presiden, penundaan pemilu dan wacana 3 periode.

Ketiga, menuntut dan mendesak segera Presiden Jokowi untuk mencopot Menteri Perdagangan dan segera mengambil langkah preventif untuk memastikan ketersediaan bahan pokok murah bagi masyarakat Indonesia.

Keempat, menuntut dan mendesak Presiden Jokowi untuk menunda dan mengkaji ulang UU-IKN dengan mempertimbangkan dampak kerusakan ekologis dan kemungkinan konflik agraria lainnya.

Kelima, menuntut dan mendesak Pemerintah Pusat untuk menurunkan harga BBM non-subsidi dan memastikan ketersediaan BBM bersubsidi bagi masyarakat Indonesia.

Terakhir, mendesak Pemerintah Pusat untuk membatalkan kenaikan PPN dikarenakan kenaikan PPN akan menyebabkan kenaikan harga bahan pokok kebutuhan masyarakat.

“Bisa dibilang sama mungkin. Tapi kita fokusnya saja yang berbeda, lebih fokus pada harga pokok, tataniaga, BBM dan PPN,” tandasnya.

(adi/pojoksatu)