Gedung DPR Dikepung Mahasiswa, PAN Langsung Nyatakan Mundur Pendukung Penundaan Pemilu 2024

Sejumlah mahasiswa memanjat pagar gedung DPR

POJOKSATU.id, JAKARTA— Partai Amanat Nasional (PAN) menyatakan menarik diri sebagai pendukung penundaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 atau perpanjangan masa jabatan presiden Jokowi.

Sikap PAN berubah setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan menolak wacana tersebut.

Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PAN Eddy Soeparno melalui keterangan tertulis, Senin, 11 April 2022.

“Selaras dengan itu, kami di PAN juga memiliki komitmen yang sama untuk tunduk dan patuh pada konstitusi,” ujarnya.


Baca Juga:

Seperti Kena Prank, Demo Besar-besaran 11 April Ternyata Cuma Ramai di Sosmed, Polisi Pun Terlihat Hitungan Jari

Ia mengatakan, apa yang disampaikan oleh Presiden Jokowi menolak penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden merupakan komitmen bersama-sama.

“Apa yang disampaikan Presiden Jokowi membuktikan komitmen beliau untuk taat pada konstitusi dan harus dijaga bersama-sama,” ucapnya.

Eddy pun mengajak seluruh pihak untuk fokus mempersiapkan penyelenggaraan Pemilu 2024.

“Kita fokus pada persiapan dan penganggaran Pemilu 2024, agar Pemilu 2024 bisa terlaksana tanpa hambatan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Gedung DPR RI sudah mulai terkepung oleh ribuan mahasiswa.

Berdasarkan pantauan Pojoksatu.id di lokasi pada Senen pukul 13.44 ada ribuan para mahasiswa tampak memanjat pagar gedung DPR.

“Hidup rakyat Indonesia, rapatkan barisan kawan-kawan,” teriak orator di atas mobil komando.

Ia mengatakan, demo 11 April ini dilakukan hanya untuk menyambung lidah masyarakat.

“Masyarakat sudah susah oleh rezim ini, maka karena itu kawan-kawan mahasiswa turun ke jalan,” teriaknya lagi.

Mereka berharap ketua DPR dan para Anggota DPR lainnya untuk mendengarkan tuntutan aksi mereka.

“Kami para dewan rakyat terhormat tidak menutup kuping mendengar suara rakyat. BBM naik, kebutuhan pokok naik dan minyak goreng langka,” ungkapnya.

Sementara itu, aksi demonstarasi BEM SI mulai memanas, ribuan mahasiswa meluai merapat ke Patung Kuda, Jakarta Pusat.

Orasi menuntut Presiden Jokowi saling sahut menyahut di depan Patung Kuda. Pagar besi juga mulai dipasang oleh aparat kepolisian yang menjadi pembatas menuju Istana Presiden.

Pantauan Pojoksatu.id, aparat yang berjaga satupun tak ada yang bekali senjata. Mereka hanya dibekali tongkat, helm, dan pengaman lainnya. (muf/fir/pojoksatu)