Ridwan Kamil Berbagi Pengalaman Dalam Desain Masjid Syaikh Ajlin Palestina  

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengawali malam pertamaRamadan dengan salat tarawih berjamaah bersama warga di Masjid Pusdai KotaBandung, Sabtu (2/4/2022). (Foto: Biro Adpim Jabar)

POJOKSATU.ID, Kota Bandung – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menghadiri webinar bertajuk “Hak Pencipta Buku Ulama Nusantara dan Arsitektur Masjid, Antara Karya Komersial dan Kemanfaatannya Bagi Umat Manusia”.


Yang digelar oleh LPPM Universitas Islam Bandung.

Sebelum menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil memang sudah terkenal dengan keahlian dan kiprahnya sebagai seorang arsitek.


Banyak karya arsitektur Ridwan Kamil yang fenomenal.

Selain desain bangunan yang unik, kekuatan dan kemegahannya kerap kali membuat orang takjub ketika melihat langsung.

Tak heran banyak calon arsitek yang menjadikan sosok Ridwan Kamil sebagai contoh arsitek sukses.

Dalam paparannya, ia menerangkan tentang dunia arsitek dan kreativitas.

Menurutnya, kreativitas dalam dunia arsitek itu dinamis dan tidak dapat diproduksi ulang.

“Arsitektur dari sisi kreativitasnya berbeda dengan kreativitas yang lain. Contohnya, kalau mendesain bangunan masjid, ya sudah selesai.

Berbeda dengan ekonomi kreatif, seperti imajinasi dalam jualan baju itu bisa diproduksi ulang,” kata Ridwan Kamil yang tampil sebagai pemateri dalam webinar secara virtual dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (7/4/2022).

Kang Emil, sapaan akrabnya, juga memaparkan terkait proses pencarian idenya dalam membuat desain bangunan.

Menurutnya, proses tersebut tidak bisa dihindari dengan melihat karya orang lain sebagai inspirasi.

Namun dalam proses pembuatan tetap orisinalitas karya sendiri harus diutamakan.

“Saya sebagai arsitek dalam proses mencari ide tak bisa dihindari dengan melihat karya-karya yang terdahulu.

Tapi tidak pernah 100 persen terinspirasi membangun hal yang sama bentuknya, ukuran yang sama,” ujarnya.

Dari sekian banyak karya arsitekturnya, ia menerangkan progres dan proses pembangunan Masjid Syaikh Ajlin di Gaza, Palestina yang desainnya dirancang khusus oleh Kang Emil.

Baginya hal itu membanggakan karena berhasil meyakinkan rakyat Palestina untuk menerima bentuk masjid yang baru.

“Begitu bangganya saya karena berhasil meyakinkan rakyat Palestina untuk menerima bentuk masjid yang modern.

Jadi saya diminta rakyat Gaza untuk membangun kembali masjid yang hancur akibat perang,” ungkapnya.

Dalam progresnya, pembangunan Masjid Syaikh Ajlin yang berarsitektur kontemporer sudah mencapai 80 persen.

“Sampai saat ini masih dibutuhkan dana untik pembangunan yang sudah mencapai 80 persen.

Silakan dari keluarga besar Unisba yang mau menyumbang untuk berbagi buat rakyat Palestina dapat menghubungi lewat Instagram,” ujar Kang Emil.

(adv/dia/pojoksatu)