Usai dr Terawan Dipecat, Fahri Hamzah Tiba-tiba Hormat Kepada IDI, Ini Sebabnya

Mantan Menkes Terawan (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA — Wakil Ketua Partai Gelora Fahri Hamzah menyatakan hormat kepada Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Pemecatan dr Terawan mengundang perdebatan di tengah publik.


Dengan demikian, masyarakat akan tahu ilmu pengetahuan kedokteran dan dunia medis dengan cara berdebat.

“Kita hormat kepada IDI yang berani membuka diri untuk sebuah perdebatan,” tulis Fahri Hamzah di akun Twitternya dikutip Pojoksatu.id, Rabu (6/4/2022).


Mantan Wakil Ketua DPR RI itu meminta keduanya diberikan panggung untuk membela diri perihal polemik yang mereka hadapi.

“Tapi Terawan harus diberikan waktu dan kesempatan untuk membela diri dihadapan mimbar akademik dan dan juga peradilan etika kedokteran IDI,” ucapnya.

Untuk diketahui, Mantan Menteri Kesehatan (Menkes) dr Terawan Agus Putranto dipecat secara permanen dari anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

dr Terawan dipecat lantaran salah satu alasannya karena ia mempromosikan Vaksin Nusantara sebelum penelitiannya benar-benar rampung.

Pemecatan dr Terawan itu tertuang dalam surat tertanggal 8 Februari 2022 Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) Pusat IDI.

Surat pemecatan dr Terawan itu diungkap anggota IDI, Pandu Riono melalui akun Twitter-nya, @drpriono1, pada Sabtu (26/3/2022).

Dalam unggahan itu, terdapat foto surat pemecatan dr Terawan dari keanggotaan IDI.

Surat itu juga memuat lima ‘dosa’ dr Terawan yang menjadi alasan pemecatannya.

Pertama, Terawan belum menyerahkan bukti telah menjalankan sanksi etik sesuai SK MKEK tanggal 12 Februari 2018 hingga saat ini.

Kedua, Terawan melakukan promosi kepada masyarakat luas tentang Vaksin Nusantara sebelum penelitian vaksin tersebut selesai.

Keberadaan Vaksin Nusantara memang menjadi perdebatan dan polemik karena ketidakjelasannya.

Ketiga, Terawan bertindak sebagai Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Radiologi Klinik Indonesia (PDSRKI).

Pembentukan badan tersebut dibentuk tanpa melalui prosedur sesuai tatalaksana dan organisasi (ORTALA) IDI dan proses pengesahan di Muktamar IDI.

Keempat, Terawan menerbitkan Surat Edaran (SE) pada 11 Desember 2021.

Sura itu berisikan instruksi kepada seluruh ketua cabang dan anggota PDSKRI di seluruh Indonesia agar tidak merespons ataupun menghadiri acara PB IDI.

Kelima, Terawan mengajukan permohonan perpindahan keanggotaan dari IDI Cabang Jakarta Pusat ke IDI Cabang Jakarta Barat.

Salah satu syaratnya adalah mengisi form mutasi keanggotaan yang berisi pernyataan tentang menjalani sanksi organisasi dan/atau terkena sanksi IDI.

Pemecata dr Terawan dari keanggotaan IDI dilakukan berdasarkan keputusan Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) IDI.

Putusan pemecatan dr Terawan itu dibacakan epiemiolog Pandu Riono melalui Instagram pribadinya, Sabtu (26/3/2022).

“Memutuskan, menetapkan, pertama, meneruskan hasil keputusan rapat sidang khusus MKEK yang memutuskan pemberhentian permanen sejawat dr Terawan Agus Putranto, SpRad(K) sebagai anggota IDI,” demikian bunyi putusan tersebut.

Keputusan pemberhentian Terawan itu akan dilaksanakan IDI selambat-lambatnya 28 hari setelah ditetapkan.

“Ketiga, ketetapan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan,” katanya. (muf/pojoksatu)