Prostitusi Online di Cengkareng, Modusnya Diajak Pacaran sama Muncikari, Kemudian Dijual

Ilustrasi prostitusi. Foto net

POJOKSATU.id, JAKARTA- Satu orang muncikari berinisial SS ditetapkan tersangka terkait open BO Anak Baru Gede di salah satu hotel kawasan Cengkreng, Jakarta Barat.

“Muncikari ada tiga orang, yang dua itu muncikari dewasa dan satu muncikari anak di bawah umur,” ujar Kepala Unit 4 Subdirektorat Reknakta Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Polisi Dedi kepada wartawan, Rabu 6 April 2022.

Kata dia, SS mengkoordinir sembilan ABG.

SS mengaku kenal mereka semua dari media sosial MiChat kemudian dijual lagi lewat aplikasi itu. Dedi menyebut, SS memasang tarif Rp 250 ribu sampai Rp700 ribu sekali kencan.


“Jadi modusnya SS pacaran dengan para korban sambil menjual mereka. Bervariatif ada yang sudah ada 7 bulan dan ada yang 9 bulan. Dia ini maanfaatkan Michat,” ucap dia.

Total ada 22 orang yang diamankan. Sebelumnya, polisi cuma menyebut 9 orang. Atas perbuatannya, SS telah ditetapkan sebagai tersangka. Dia dipersangkakan melanggar Pasal 76I Jo Pasal 88 UU RI no. 35 tahun 2014 atas perubahan atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 296 KUHP dan atau Pasal 506 KUHP.

“Kami amankan 22 orang. Kemudian wanita di bawah umur 9 orang,” kata dia lagi.

Sebelumnya Polda Metro Jaya menggerebek penginapan di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat yang diduga dijadikan tempat praktek prostitus online.

Dari penggerebekan, polisi mengamankan beberapa 22 wanita yang terdiri 9 anak di bawah umur alias ABG. Anak-anak di bawah umur itu dijadikan wanita open BO untuk pria hidung belang.

Dari kasus ini sejumlah barang bukti diamankan antara lain handphone, kartu tanda penduduk (KTP), dan uang Rp300 ribu dan kondom yang diduga berserakan di lokasi.

(dhe/pojoksatu)