Fakta Prostitusi Online di Cengkareng, Ternyata Jokinya Juga Anak di Bawah Umur, Segini Tarif Sekali Kencan

Ilustrasi prostitusi online

POJOKSATU.id, JAKARTA- Pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan kasus praktek prostitusi online anak di bawah umur di Wisma Pratama, Jalan Anggrek, Cengkareng, Jakarta Barat.

Hasilnya ternyata 3 mucikari yang menjadi dalang bisnis lendir ini telah menekuni bisnis haram tersebut hampir 9 bulan.

“Pengakuan 3 mucikari, praktik prostitusi ini telah berjalan selama kurang lebih 9 bulan,” kata Kanit 4 Subdit Renakta Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Kompol Dedi kepada wartawan, Rabu (6/4/2022).

Menurut Kompol Dedi, korban dengan 3 mucikari ini berawal di media sosial. Di mana para korban di iming-iming akan dipekerjakan di sebuah perusahaan.


Namun saat para korban dibawa ke wisma, justru korban malah ditawarkan ke para pria hidung belang.

“Jadi 2 joki dan satu joki di bawah umur malah menawarkan korban ke pria hidung belang,” ujarnya.

Praktek prostitusi ini pun terendus, kala tim melakukan patroli cyber di media sosial. Atas ulah 3 pelaku dijerat Pasal 76I Jo Pasal 88 UU RI no. 35 tahun 2014 atas perubahan atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 296 KUHAP dan atau Pasal 506 KUHAP tentang Dugaan Eksploitasi Anak di bawah umur secara seksual dan ekonomi.

Sebelumnya Polda Metro Jaya menggerebek penginapan di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat yang diduga dijadikan tempat praktek prostitus online.

Dari penggerebekan, polisi mengamankan beberapa 22 wanita yang terdiri 9 anak di bawah umur alias ABG. Anak-anak di bawah umur itu dijadikan wanita open BO untuk pria hidung belang.

Dari kasus ini sejumlah barang bukti diamankan antara lain handphone, kartu tanda penduduk (KTP), dan uang Rp300 ribu dan kondom yang diduga berserakan di lokasi.

(fir/pojoksatu)