Rahmat Effendi Dijerat TPPU, Warga Kota Bekasi Puji Kerja Firli Bahuri, Sikat Terus Pak!

Rahmat Effendi Dijerat TPPU, Warga Kota Bekasi Puji Kerja Firli Bahuri

POJOKSATU.id, JAKARTA- Puluhan warga Kota Bekasi tak dapat menyembunyikan kebahagiaannya kala mendengar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan Wali Kota nonaktif, Rahmat Effendi, sebagai tersangka.

Kali ini tersangka kasus suap barang dan jasa serta suap jual beli jabatan tersebut dijerat pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Dengan dijerat TPPU, warga lantas membentangkan spanduk yang bertuliskan
“Terima kasih Pak Firli, koruptor uang rakyat jangan kasih ampun, miskinkan! Salam cinta dari warga Kota Bekasi”

Perwakilan warga bernama Josua (39) mengatakan, pihaknya sengaja melakukan aksi tersebut sebagai bentuk eskpresi kebahagiaan atas hasil pengembangan kasus yang dilakukan KPK.


Warga juga berterima kasih kepada KPK di bawah komando Firli Bahuri lantaran begitu serius mengusut korupsi di Kota Bekasi.

“Dari dulu macet, banjir, sampah, semrawut tidak teratasi, malah makin parah, rupanya banyak korupsi,” kata Josua, Selasa (5/4/2022).

Menurutnya, warga sudah jengah dengan isu korupsi di lingkungan pemerintah setempat. Pasalnya, korupsi disinyalir telah menjadi biang kerok buruknya pembangunan dan pelayanan publik.

“Malu juga lihat Jakarta, tiap hari ada saja berita pembangunan. Beda dengan Bekasi, beritanya korupsi terus sampai puluhan pejabat dipanggil KPK,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan warga Bekasi bernama Solihin. Ia menyebut perhatian serius KPK dalam mengusut tuntas kasus korupsi di Bekasi dapat menjadi pelajaran bagi pejabat agar lebih bertanggungjawab kepada warga.

Ia juga yakin, masih ada pejabat di lingkungan pemerintahan daerah Kota Bekasi yang memiliki integritas serta bersih dari praktik korupsi.

“Pak Firli sudah membuka semuanya, yang pura-pura alim, perduli masjid, rupanya cuma kedok belaka,” tegasnya.

Ia bersama warga terus akan mendukung langkah Firli dkk dalam mengusut semua pihak yang terlibat korupsi di Kota Bekasi.

Ia juga beraharap, Firl terus fokus bekerja dalam membebaskan Indonesia dari korupsi.

“Kalau kerjanya seperti ini terus, kami dukung beliau sampai jadi presiden,” pungkas Solihin.

Sebelumnya diberitakan, tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan adanya dugaan tindak pidana lain yang dilakukan tersangka Rahmat Effendi sehingga dilakukan penyidikan baru dengan sangkaan TPPU.

Dalam kasus operasi tangkap tangan (OTT) Rahmat Effendi, setidaknya terdapat 9 orang yang sudah dijadikan tersangka. Sebanyak 6 orang di antaranya merupakan pejabat pemerintah, dan 3 orang lainnya dari pihak swasta.

Sedangkan terkait dengan penetapan tersangka TPPU baru-baru ini, KPK juga telah menjawalkan pemeriksanaan terhadap 11 saksi yang kesemuanya berasal dari pejabat di lingkungan Pemda Bekasi.

(fir/pojoksatu)