Habib Bahar Didakwa Ceramah Melenceng, Padahal Bahas 6 Laskar FPI, Begini Katanya di Persidangan

Sidang habib bahar

POJOKSATU.id, BANDUNG — Habib Bahar Smith didakwa menyebarkan berita bohong saat berceramah di Bandung, Jabar. Isinya ceramahnya menyebut 6 laskar FPI disiksa tanpa perikemanusiaan, salah satunya dikuliti.

Jaksa juga menyebut berita bohong itu disampaikan Habib Bahar di depan 1.000 jemaah yang hadir di Kampung Cibisoro, RT 03 RW 08 Desa Nanjung, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, 10 Desember 2021 lalu.

“Melakukan, menyuruh melakukan, dan yang turut serta melakukan perbuatan dengan menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong dengan sengaja membuat keonaran di kalangan masyarakat,” ujar Jaksa Suharja saat membacakan dakwaan, Selasa (5/4/2022).

Habib Bahar menyampaikan ceramah di acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan di Kampung Cibisoro, RT 03 RW 08 Desa Nanjung, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, 10 Desember 2021.


Dalam acara itu, ada 1.000 jemaah yang hadir.

“Terdakwa Habib Bahar bin Smith melakukan ceramah di hadapan hadirin yang jumlahnya 1.000 orang,” kata jaksa.

Jaksa mengungkapkan, di awal ceramah, Habib Bahar membahas soal Nabi Muhammad serta tentang Maulid Nabi Muhammad SAW.

Akan tetapi, di pertengahan, ada ceramah yang melenceng.

Ketika Habib Bahar berceramah, jemaah yang hadir turut merekam aksi Habib Bahar, salah satunya Tatan Rustandi, terdakwa lainnya dalam perkara ini.

Merekam menggunakan ponsel, hasil rekaman Tatan Rustandi yang berdurasi 50 menit 12 detik itu diunggah ke akun YouTube-nya dengan nama Tatan Rustandi Channel.

Adapun Tatan mengunggah video ceramah Bahar dengan judul ‘ ‘MENGGELEGAARRR!!! CERAMAH TERBARU HABIB BAHAR BIN SMITH BERKOBAR DI KOTA BANDUNG LAUTAN JAMAAH’.

Video itulah yang dinilai isinya menyebarkan berita bohong, video tersebut tersebar dan viral.

Dalam video itu, Habib Bahar terlihat membahas masalah penembakan enam laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek KM 50 pada akhir 2020 lalu.

Habib Bahar menyebut polisi memperlakukan enam laskar FPI disiksa tanpa perikemanusian dan dikuliti.

Menyikapi dakwaan jaksa dari Kejati Jabar tersebut, Habib Bahar memastikan akan melayangkan eksepsi pada sidang minggu depan.

“Saya ingin meminta maaf kepada majelis hakim para jaksa atas ketidakhadiran saya minggu kemarin,” katanya di Pengadilan Negeri Klas 1A Khusus Bandung, Selasa 5 April 2022.

“Karena saya tidak mau sidang online karena sidang online itu ketika di Lapas Gunung Sindur banyak gangguan jaringan sehingga bagi saya tidak efektif memberikan pembelaan seperti sinyal dan lainnya,” katanya.

“Terimakasih mengabulkan sidang offline,”ujar Habib Bahar Smith. (ral/rif/pojoksatu)