Diperiksa Penyidik Terkait Riset Keterlibatan Luhut dalam Bisnis Tambang Papua, Begini Jawaban Pihak KontraS

Kordinator KontraS Fatia Maulidiyanti mendatangi Polda Metro Jaya, Senin (21/3/2022). Foto: JPNN

POJOKSATU.id, JAKARTA- Pihak Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia, dan Trend Asia jadi saksi yang dihadirkan oleh Direktur Lokataru, Haris Azhar dan Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti dalam kasus dugaan pencemaran nama baik terhadap Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.


Organisasi ini adalah bagian dari sembilan organisasi yang meriset soal dugaan keterlibatan Luhut dalam bisnis tambang Papua.

Menurut Kepala Divisi Hukum KontraS, Andi Muhammad Rezaldy total ada 27 pertanyaan yang diberikan penyidik.


“Pertanyaan seputar konten video yg dibuat oleh Haris Azhar dan pernyataan Fatia Mauliadianty terkait kepentingan bisnis yang dilakukan LBP dan temuan-temuan riset yang ditemukan sejumlah peneliti atas laporan yang telah dibuat,” ujar dia kepada wartawan, Senin 4 April 2022.

Mereka memberikan beberapa barang bukti kepada penyidik. Bukti berupa dokumen rekam jejak bisnis atau dugaan konflik kepentingan yang dilakukan Luhut.

Ahmad Ashof dari Trend Asia menambahkan riset atau penelitian tersebut dilakukan selama lima sampai enam bulan.

Kemudian, riset terbit pada Agustus 2021. Kata Ahmad, hasil riset sudah tersebar ke berbagai pihak lewat jalur publik. Tapi, tanggapan yang diterima atas riset tersebut malah laporan polisi kepada Haris dan Fatia.

“Jadi sudah lama riset kami luncurkan dan kami masih tunggu langkah-langkah pemerintah agar segera hentikan konflik kekerasan di Papua dan juga memikirkan pertambangan yang tidak diizinkan rakyat,” kata Ashof menambahkan.

Diketahui Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan melaporkan Haris Azhar dan Fatia Maulida ke kepolisian karena merasa nama baiknya telah dicemarkan dan difitnah.

Luhut melaporkan keduanya lantaran unggahan video berjudul “Ada Lord Luhut di Balik Relasi Ekonomi-Ops Militer Intan Jaya” yang diunggah di akun YouTube Haris Azhar.

Video tersebut membahas laporan sejumlah organisasi, termasuk Kontras tentang bisnis para pejabat atau purnawirawan TNI, di balik bisnis tambang emas atau rencana eksploitasi wilayah Intan Jaya, Papua.

Upaya mediasi kedua belah pihak dilakukan pihak kepolisian namun Haris Azhar dan Fatia tidak hadir dalam proses mediasi dengan Luhut.

(dhe/pojoksatu)