Cegah Tawuran, Patroli Sahur On The Road Harus Digalakkan, Kapolda Metro: Jangan Rusak Kemulian Bulan Ramadhan

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran (jpnn)

POJOKSATU.id, JAKARTA- Polda Metro Jaya terus menggelar patroli Sahur On The Road (SOTR). Patroli ini digelar guna untuk menertibkan para remaja yang diduga kebanyakan mengarah kepada tindak pidana kenakalan remaja, seperti tawuran.

Dari patroli Minggu (3/4/2022), pihak kepolisian mengamankan para remaja kedapatan membawa batu. Mereka diduga hendak menggelar Sahur On The Road (SOTR) di kawasan Tangerang.

“Ada delapan orang anak muda, meraka menggunakan sarung, tapi sarungnya di ujungnya diikat pakai batu,” kata Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran kepada wartawan, Senin (4/4/2022).

Jendral bintang dua ini, menuturkan, sejatinya pihaknya tak melarang Sahur On The Road. Hanya saja Sahur On The Road ini kerap mengarah kepada tindak pidana kejahatan.


(Bukan kita larang sebenarnya) yang kita larang itu merusak kemuliaan ramadhan itu. Seperti balap liar, membunyikan mercon yang ujung-ujungnya tawuran,” ujarnya.

Karena itu, Fadil pun menghimbua agar sebaillknya Sahur On The Road digelar di masjid-masjid.

“Sebaiknya tarawih, tadarus, saya kira tempatnya itu kalau nggak di rumah ya di masjid” ujarnya.

Senelumnya, Polda Metro Jaya melarang masyarakat menggelar sahur on the road (SOTR) selama bulan Ramadan tahun ini. Selain karena COVID, kepolisian menilai kegiatan tersebut lebih banyak menimbulkan hal negatif.

Selai melarang, pihak kepolisian juga bakal melakukan upaya preemtif dan preventif guna mengimbau masyarakat agar tidak menggelar SOTR. Kepolisian juga telah menyiapkan pengamanan 13 titik di wilayah hukum Polda Metro Jaya untuk mencegah kegiatan SOTR.

“Seluruh masyarakat agar kiranya tidak melakukan kegiatan yang bersifat kegiatan SOTR karena kita beranggapan SOTR ini lebih banyak mudaratnya daripada hal-hal berguna,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan kepada wartawan, Kamis (31/3).

(fir/pojoksatu)