Arief Rosyid yang Berani Palsukan Tanda Tangan Jusuf Kalla Ternyata Pernah Ketua Umum PB HMI

Jusuf Kalla (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA— Arief Rosyid yang berani palsukan tanda tangan mantan Wapres Jusuf Kalla ternyata dulu pernah jadi Ketua Umum PB HMI. Arief pernah kuliah di FKG Universitas Hasanudin (Unhas) Makassar.

Pada saat kuliah, Arief Rosyid juga aktif sebagai BEM dan dalam pengurus HMI.

Kiprah atau karier dalam dunia organisasi yang dilakoninya di HMI sendiri mencapai puncaknya saat dirinya berhasil terpilih sebagai Ketua Umum PB HMI pada tahun 2013 yang lalu.

Jabatan sebagai Ketua Umum PB HMI tersebut dilakoninya hingga pada tahun 2014.


Baca Juga:

Arief Rosyid Berani Palsukan Tanda Tangan Mantan Wapres Jusuf Kalla, Akibatnya Sangat Fatal

Sedangkan setelah itu dirinya masih aktif dalam berbagai bidang yang dilakoninya.

Sedangkan karier dalam organisasi DMI sendiri telah dilakoni oleh Arief Rosyid saat pertama kali menjabat sebagai Ketua Departemen Kaderisasi Pemuda yaitu pada tahun 2018 yang lalu.

Berbagai kegiatan dan aktivitas dalam organisasi mulai dari HMI hingga DMI pun kerap kali dirinya bagikan melalui akun media sosial pribadinya khususnya Instagram atau IG.

Berita sebelumnya, Arief Rosyid disebut berani memalsukan tanda-tangan mantan Wapres Jusuf Kalla.

Akibatnya sangat fatal, Arief Rosyid dipecat dari kepengurusan Dewan Masjid Indonesia (DMI).

Diketahui Arief Rosyid merupakan Ketua Departemen Ekonomi Dewan Masjid Indonesia (DMI).

Dia diduga memalsukan tanda tangan Ketua Umum (Ketum) DMI Jusuf Kalla dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Imam Addaruqutni.

Jusuf Kalla merupakan mantan Wapres era SBY dan juga eks Wapres era Jokowi.

Arief Rosyid disebut memalsukan tanda tangan Ketum dan Sekjen DMI dalam sebuah surat terkait agenda Undangan Kickoff Festival Ramadhan kepada Wapres Ma’ruf Amin.

Surat bernomor 060.III/SUP/PP-DMI/A/III/2022 itu berisi undangan kepada Wapres Ma’ruf Amin untuk menghadiri Festival Ramadhan serentak di seluruh Indonesia.

Kegiatannya, berupa pameran UMKM, kuliner halal, buka puasa bersama, dan berbagai kegiatan selama sebulan penuh Ramadan

Pemecatan Arief Rosyid diputuskan dalam rapat pleno yang digelar Jumat (1/4) pukul 09.30-11.50 WIB. Rapat dipimpin langsung oleh mantan Wapres Jusuf Kalla.

Rapat juga dihadiri Wakil Ketua Umum DMI Syafruddin eks Wakapolri, KH Masdar F Masudi, dan Sekjen DMI Imam Addaruqutni.

“Pak Ketum yang memutuskan dalam rapat,” kata Imam, Jumat (1/4/2022).

Imam menjelaskan rapat itu juga membahas koordinasi bulan Ramadan. Para ketua bidang dan wakil sekjen serta bendahara umum turut hadir dalam rapat.

Dalam rapat pleno tersebut, diputuskan secara tegas Arief Rosyid dipecat dari kepengurusan DMI. Menurut Imam, posisi Arief Rosyid sendiri sudah diisi mantan Direktur BRI Asmawi Sam. (ral/pojoksatu)